Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Dampak Kekeringan Meluas, Wilayah Perbatasan Ikut Terdampak

16 September 2019, 15: 18: 45 WIB | editor : Perdana

PEDULI: Bantuan air bersih oleh komunitas otomotif di Dusun Grenjeng, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi.

PEDULI: Bantuan air bersih oleh komunitas otomotif di Dusun Grenjeng, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Dampak kekeringan di Kabupaten Boyolali meluas. Kecamatan Sambi yang tidak masuk wilayah darurat kekeringan, sekarang ikut terdampak. Terutama di sisi barat yang berbatasan dengan Kabupaten Semarang.

Ada delapan kecamatan yang masuk wilayah rawan kekeringan. Yakni Kecamatan Wonosegoro, Juwangi, Karanggede, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamodro, Musuk, dan Tamansari. Budiyanto, 46, warga Dusun Grenjeng, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi mengaku kekeringan sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Ditandai mengeringnya sumur milik warga. 

“Di wilayah sini, setidaknya ada lima dusun di sejumlah desa mulai kesulitan air bersih. Warga terpaksa mencari air bersih dari sumber di desa lain,” ungkap Budiyanto, kemarin. 

Selain Dusun Grenjeng, kekeringan juga melanda Dusun Banaran, Desa Trosobo; Dusuh/Desa Ngaglik; serta Dusun Giriloyo, Desa Cermo. Warga yang memiliki penghasilan cukup, pilih membeli air dari tangki milik swasta.  “Biasanya beli air satu jeriken Rp 2.500. Tiap hari ada pedagang air keliling. Kalau tidak ya beli dari truk tangki,” bebernya.

Sejauh ini, belum ada droping air bersih menyasar kawasan tersebut. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali rutin menggelar droping air bersih. Tiap hari, digelontor 40 tangki air bersih. 

Saat distribusi air, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali menerjunkan tiga armada tangki. Ketiga tangki itu diplot untuk mengirimkan bantuan air bersih di enam kecamatan sisi utara. Sedangkan dua wilayah lain, yaitu Musuk dan Tamansari menjadi tanggung jawab bagian kesejahteraan rakyat (kesra).

“Total ada 42 desa karena tidak semua desa di kecamatan tersebut masuk wilayah kekurangan air bersih,” terang Ketua Tim reaksi Cepat (TRC) Kurniawan Fajar Prasetyo mewakili Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo.

Sementara itu, bantuan air bersih juga digelontorkan komunitas. Salah satunya Pajero Sport Club (PSC) Soloraya. Menggelontorkan 30 tangki air bersih ke Dusun Grenjeng, Desa Trosobo. Serta Desa Repaking, Kecamatan Wonosamudro.

“Saat ini yang paling dibutuhkan air bersih. Sehingga agenda bakti sosial bulan ini berupa penyaluran air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Presiden PSC Soloraya Agus Sunaryo. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia