Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Hasil Audit BUMDes Ponggok Rampung

16 September 2019, 15: 29: 43 WIB | editor : Perdana

KELAR: Penyerahan hasil audit BUMDes Ponggok, Sabtu (14/9).

KELAR: Penyerahan hasil audit BUMDes Ponggok, Sabtu (14/9). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pertama kalinya, laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ponggok, Kecamatan Polanharjo diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP). Hasil audit eksternal itu mendapatkan opini wajar dengan pengecualian. 

“Artinya pada beberapa poin sudah wajar. Tetapi masih ada satu dan dua akun yang pelaporannya belum sesuai standar,” jelas Yulianti, perwakilan KAP Tri Bowo Semarang, Sabtu (14/9).

Menurut Yulianti, BUMDes Ponggok baru pertama kali ini melakukan audit eksternal. Sebelumnya, masih audit internal yang digelar rutin tiap tahun.

“Kalau yang membuat opini wajar dengan pengecualian, bisa langsung ditanyakan kepada badan pengawas. Soalnya itu bukan kewenangan kami. Tugas kami hanya mengaudit sesuai standar yang ditetapkan,” paparnya.

Wakil Ketua Badan Pengawas BUMDes Ponggok Triyono menambahkan, ada dua akun yang membuat laporan keuangan dapat opini wajar dengan pengecualian. Yakni terkait laporan stock opname Toko Desa dan pajak penghasilan (PPh).

“Stock opname Toko Desa karena kekurangan SDM. Kami butuh karyawan yang mampu memanajemen stock opname. Sehingga nantinya ada koordinator lapangan dan manajer sendiri,” terangnya.

Terkait PPh, Triyono menekan perlunya perbaikan secara teknis. Agar tidak menyalahi aturan yang ditetapkan. Mengingat masih ada double anggaran yang masuk ke pos pengeluaran dan pemasukan. “Hasil audit ini bukan punishment. Tetapi perbaikan guna penyusunan strategi ke depannya, agar pengelolaan makin profesional. Karena Desa Ponggok sudah jadi studi banding berbagai daerah,” ujarnya.

Direktur BUMDes Ponggok Joko Winarno mengaku hasil audit memacu pihaknya untuk terus memperbaiki kinerja. “Kami butuh penyimbang dan itu harus valid dari ahlinya. Ini menjadi pernyataan yang harus dilengkapi dengan data dari orang berkompoten. Kalau hanya berbuih-buih tidak akan menyelesaikan,” urainya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia