Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

13 Bakal Calon Kades Wonogiri Gugur

16 September 2019, 15: 41: 34 WIB | editor : Perdana

PESTA DEMOKRASI: Warga Gunakan hak pilih dalam pemilu serentak di Kabupaten Wonogiri, 17 April lalu.

PESTA DEMOKRASI: Warga Gunakan hak pilih dalam pemilu serentak di Kabupaten Wonogiri, 17 April lalu. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Penetapan calon kepala desa (cakades) dilakukan serentak di 186 desa, Rabu (11/9). Semula, ada 11 bakal calon (balon) kepala desa (kades) yang gugur atau tidak lolos seleksi administrasi, namun bertambah jadi 13 orang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Wonogiri Semedi Budi Wibowo melalui Kepala Bidang Pemerintahan Desa Zyqma Idatya Fitha mengaku, hingga penetapan pukul 16.00, ada 11 balon kades gagal maju jadi cakades.

“Namun, ada tambahan 2 orang lagi karena terlambat melaporkan. Sehingga, total bakal calon kepala desa yang gugur jadi 13 orang. Dari 475 orang pendaftar, yang ditetapkan menjadi calon kepala desa 462 orang,” kata Fitha, kemarin (15/9).

Belasan balon kades ini gugur lantaran tidak lolos seleksi administrasi. Hingga batas akhir seleksi berkas, syarat-syarat kurang atau tidak lengkap.

”Dari 13 yang tidak lolos tersebut, dua di antaranya berstatus aparatur sipil negara (ASN). Dari Desa Gambirmanis, Pracimantoro dan Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono. Tidak dapat izin dari bupati Wonogiri. Izin dari bupati merupakan salah satu syarat bagi ASN yang mendaftar jadi kepala desa,” jelasnya.

Pada pilkades kali ini, tidak ada seleksi tambahan. Karena dari 186 desa yang menggelar pesta demokrasi, tidak ada cakades yang lebih dari 5 orang. “Saat pelaksanaan 25 Sepetember 2019, mencoblos foto calon. Bukan gambar tanaman,” terangnya.

Sementara itu, 168 petahana ikut meramaikan persaingan. Kemudian ada 28 pasangan suami istri yang mencalonkan diri. Plus 18 cakades yang masih ada hubungan kekerabatan. “Dulu pernah menjadi kepala desa, sekarang maju lagi juga ada. Lalu ada juga yang muka baru,” ujarnya.

Belum lama ini, Bupati Wonogiri Joko "Jekek" Sutopo tidak menoleransi orang-orang yang berupaya menggagalkan pilkades. “Kalau sudah ditetapkan sebagai calon kepala desa lalu mundur, sudah ada ketentuanya. Yakni bisa dipidana penjara dan denda,” tegas Jekek. (kwl/fer)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia