Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Serangan Kera Liar Merambah ke Dua Kecamatan, Dipicu Kemarau Panjang

16 September 2019, 15: 51: 04 WIB | editor : Perdana

Serangan Kera Liar Merambah ke Dua Kecamatan, Dipicu Kemarau Panjang

SUKOHARJO – Dampak kemarau panjang dan kebakaran hutan milik Perhutani di Kecamatan Bulu membuat kawanan kera liar turun gunung. Mereka masuk ke permukiman untuk mencari makanan dan merusak tanaman warga.

Serangan kera liar jenis ekor panjang ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Serangan kawanan kera liar semakin meluas hingga Kecamatan Weru.

Camat Weru Pandianto mengatakan, beberapa wilayah yang menjadi sasaran kera liar seperti di Dusun Sidowayah, Desa Ngreco; Dusun Babalan Desa Tawang, Dusun Semak, Desa Karangmojo; dan Desa Alasombo.

”Kalau dilihat salah satu penyebabnya kebakaran hutan dan di sisi lain mungkin makanan juga sudah tidak ada,” terang Pandianto kemarin, (15/9).

Pandianto mengatakan jika kera liat tersebut juga memakan tanaman warga. Namun, tidak ada yang sampai menyerang warga. Meski merasa terganggu, warga tidak berani mengusir. ”Jadi dibiarkan begitu saja,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Karangmojo Hariyadi mengatakan, kera liar tidak berani mendekat ketika menemui warga. ”Yen rumah kosong kadang nyolong gaplek. Namun kalau penghuni di rumah nggak berani masuk,” katanya.

Semantara di Kecamatan Bulu serangan kera liar justru semakin parah. Bahkan berani masuk ke perkampungan warga untuk mencari makanan dan minuman di siang hari.

”Dalam beberapa hari terakhir serangan kawanan kera liar semakin parah. Kera liar sudah terlihat di jalan raya dan perkampungan penduduk,” kata Kades Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sunardi.

Sebelumnya serangan hanya terjadi di Pelemputih, Kerten dan Gununglor. Namun kini menyebar ke Majan, Jatirejo, Tambakboyo dan Tiyaran. ”Iya, serangannya semakin parah. Karena di pegunungan kan semakin kering akibat kemarau panjang. Jadi stok makanan dan minuman habis. Apalagi kasus kebakaran hutan yang terjadi juga jadi pemicu,” terangnya.

Kawanan kera liar ini menjarah tanaman pangan warga. Alhasil tanaman palawija warga juga turut jadi sasaran jarah kera liar tersebut. Meski begitu Sunardi mengaku tidak ada warga yang berani menganggu kera tersebut. Sebab ketika akan diusir, kera akan menggeram.

”Warga gak ada yang panen palawija gara-gara dijarah kera. Karena kami juga berkoordinasi dengan pihak kehutanan agar bisa segera ditangani,” katanya. (rgl/adi)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia