Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Features

Menengok Kampung Kreativitas Anak Bocah Prigel 

17 September 2019, 10: 24: 24 WIB | editor : Perdana

RUANG TERBUKA: Anak-anak RW 11 Manahan, sedang berdiskusi dengan tema tertentu.

RUANG TERBUKA: Anak-anak RW 11 Manahan, sedang berdiskusi dengan tema tertentu. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

Kampung kreativitas anak Bocah Prigel kini mulai banyak diperbincangkan. Di balik itu semua ada jerih payah dan keringat warga dalam mewujudkan ruang bermain ramah anak yang sarat edukasi tersebut. Seperti apa kondisi kampung itu?

SILVESTER KURNIAWAN, Solo

KEKOMPAKAN warga RW 11 Kelurahan Manahan ini menjadi modal dalam melahirkan gagasan kampung kreativitas anak Bocah Prigel. “Warga di sini semua kompak dan sepakat terjun bersama, menciptakan sebuah wadah menyalurkan bakat anak-anak di kampung ini. Maka lahirlah kampung kreativitas anak Bocah Prigel pada 31 Maret lalu,” jelas pengurus Komunitas Bocah Prigel, Teguh Prasojo, 49.

Ditemui di balai RW setempat, pria satu ink sedang asyik merencanakan apa saja yang akan dilakukan oleh komunitas dalam beberapa waktu mendatang. Di balai RW sederhana inilah gagasan-gagasan para orang tua mulai direalisasikan dalam membentuk wadah kreativitas bagi anak. “Awalnya belum seperti ini. Tapi rintisannya sudah diawali sejak 7 tahun silam,” jelas Teguh.

Sebelum populer seperti sekarang, para orang tua di kampung ini memunculkan ide membuat kampung kreatif. Mulanya, giat macam ini hanya dilakukan sesekali waktu jelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lama kelamaan, warga makin yakin untuk mempermanenkan konsep ruang edukasi dan bermain anak tersebut. 

“Kampung kreatif dan Komunitas Bocah Prigel ini tidak dibentuk dalam satu waktu. Kelahiran kampung kreatif anak lahir lebih dulu dengan berbagai kegiatan menghias kampung waktu Agustusan. Awalnya dengan karnaval dari bahan daur ulang,” ujarnya.

Kesuksesan itu kembali diulang pada 2016 lalu. Acaranya pun masih sama untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan. Bedanya, beberapa anak yang dulu sempat ikut kelas menggambar kini sudah beranjak dewasa dan mampu membina kawan-kawannya yang lebih muda. Dari sana warga makin yakin jika kampung kreativitas bisa dipermanenkan. 

“Pada 2016 lalu, giat serupa dikemas makin meriah. Warga pun mulai sadar jika potensi yang dimiliki lingkungan setempat cukup kompleks. Mulai dari kemampuan warga yang bergerak dalam seni kreatif hingga berbagai kerajinan yang kian eksis. Tiga tahun dirintis, 31 Maret 2019 kampung kreativitas anak Bocah Prigel ini diluncurkan,” jelas dia.

Saat ini, tampilan kampung kreatif ini pun makin cantik dengan  berbagai mural aneka rupa. Idenya pun sederhana. Yakni, menunjukkan aneka ragam satwa pada anak usia dini agar tertarik menengok kebun binatang di berbagai daerah. 

Gambar bocah berbagai usia yang lagi asyik memainkan dolanan tradisional pun ikut menghiasi salah satu tembok. Dari sana para pengurus mulai mengenalkan beragam model permainan tradisional (dolanan bocah, Red) pada anak-anak kampung setempat. Di salah satu sudut, ada sebuah bangunan bambu sederhana dengan berbagai kreasi anak yang dipajang di dalamnya. Spot tersebut dikenal sebagai halte kreativitas. 

“Kenapa halte? Karena karya seni dan kreativitas anak selalu berkembang dan akan terus di pajang di sudut ini,” ucap pria yang juga menjabat sebagai ketua Pokdarwis Kelurahan Manahan tersebut.

Selain kampung kreativitas, sebuah forum khusus anak ikut didirikan. Di komunitas ini, anggota yang masih bocah, remaja, dan orang tua diberikan hak sama untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan. Di sini anak dan remaja tak hanya diajak berkegiatan, namun diajak dalam berbagai diskusi mengembangkan kampung ramah anak tersebut. “Di sini anak-anaknya menyenangkan. Enak diajak bermain dan belajar bersama,” ucap salah seorang anggota remaja, Fransiska Ananda, 15.

Para pengurus pun sadar akan kebutuhan tersebut. Sepetak lahan di samping Balai RW 11 mulai dilirik untuk dijadikan ruang bermain dan belajar yang lebih mewadai. Warga berniat menyulap lahan kosong seluas 15×6 meter itu untuk dipakai sebagai pusat kegiatan kampung kreatif. Nantinya, warga akan membangun dua saung sederhana, satu untuk perpustakaan mini, satu lainnya untuk ruang pembelajaran seperti seni lukis, koor, dan lainnya. Halaman taman akan dimanfaatkan sebagai ruang bermain, lengkap berbagai wahana permainan seperti perosotan, ayunan, dan sebagainya. Di sudut lainnya, akan dimanfaatkan untuk ruang bercocok tanam dan lainnya. “Pengurus sudah ada obrolan dengan pemilik lahan. Dan boleh disewa dengan harga miring. Kami patungan bersama,” sambung Ketua RW 11 Kelurahan Manahan, Herniwastuti. (*)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia