Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pencurian Water Meter Dipolisikan

17 September 2019, 10: 32: 32 WIB | editor : Perdana

SASARAN KEJAHATAN: Pelanggan PDAM mengecor water meter agar tak dicuri.

SASARAN KEJAHATAN: Pelanggan PDAM mengecor water meter agar tak dicuri. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

MENCEGAH terulangnya pencurian water meter, PDAM Surakarta melaporkan kasus tersebut ke polresta. Harapannya, pelaku segera tertangkap dan mendapatkan sanksi setimpal.

“Meteran yang dicuri sudah kita ganti. Sekarang supaya tidak ada kejadian lagi, dan pelaku bisa tertangkap, kita laporkan kepada kepolisian pekan lalu," terang Direktur Teknik PDAM Surakarta Tri Atmojo, Senin (16/9). 

Pada laporan tersebut, PDAM Surakarta mengaku telah kehilangan lima buah water meter yang terpasang di pelanggan wilayah Mojosongo, Jebres. Total kerugian materi sekitar Rp 1,2 juta. "Ini laporan awal kami. Jika ada masyaralat yang akan membuat laporan, kita persilakan, namun secara mandiri," katanya.

Meskipun nilai kerugian materi dari kasus tersebut relatif kecil, tapi dampak yang ditimbulkan mengganggu distribusi air bersih ke pelanggan.

Di lain sisi, Tri mencatat tingkat kebocoran air bersih atau nonrevenue water (NRW) saat ini mencapai 45 persen. NRW adalah air yang tidak berekening, yaitu selisih jumlah air yang masuk ke sistem (suplai) dengan air tercetak di rekening.

NRW meliputi tiga kompomen, antara lain konsumsi resmi tak berekening, kehilangan komersial, dan kehilangan fisik. Paling banyak tingkat kebocoran terjadi pada kehilangan fisik dengan volume sekitar 8,7 juta meter kubik per tahun atau 37 persen.

"Saya contohkan kehilangan fisik di antaranya kebocoran pipa transmisi, distribusi, pipa dinas, pipa meter pelanggan, serta kebocoran atau luapan air pada reservoir," tuturnya.

Beragam upaya dilakukan perusahaan untuk menekan tingkat kebocoran air PDAM.  Di antaranya melakukan pergantian pipa uzur dan perawatan. "Kami tidak bisa merinci berapa nominal kerugian akibat kebocoran air PDAM. Harapannya tingkat kebocoran setiap tahun turun," ucapnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia