Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

PT. Persis Solo Saestu Jalani Tiga Fase Berbeda

17 September 2019, 10: 47: 42 WIB | editor : Perdana

PARA PENDIRI:  Dari kiri Nando Mahendra, Hari Susanto, Wahyu Haryanto, Heru Buwono, Her Suprabu dan Totok Supriyanto saat mengadakan launching PT PSS di Balai Persis, 26 Maret 2015 silam.

PARA PENDIRI:  Dari kiri Nando Mahendra, Hari Susanto, Wahyu Haryanto, Heru Buwono, Her Suprabu dan Totok Supriyanto saat mengadakan launching PT PSS di Balai Persis, 26 Maret 2015 silam. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

JIKA kita bicara apa yang terjadi di PT. Persis Solo Saestu (PSS) sebagai pengelola klub Persis Solo, ternyata sudah ada tiga fase yang telah berjalan. 

PT PSS sendiri resmi berdiri pada tanggal 26 Maret 2015, yang acara launching-nya digelar di Balai Persis. Puncak tertinggi PT dipegang oleh Heru Buwono selaku Presiden Komisaris kala itu. Pendiri PT ini antara lainnya adalah Hari Susanto (komisaris), Paulus Haryoto (presiden direktur), Her Suprabu (direktur bisnis), Wahyu Haryanto (direktur keuangan), Nando Mahendra (direktur promosi) dan Totok Supriyanto selaku direktur olahraga.

Sebagian besar petinggi berdirinya PT PSS adalah orang baru di sepak bola Kota Solo. Tokoh lama hanya dua, yakni Paulus Haryoto yang sebelumnya sebagai ketua panpel Persis sekaligus ketua Askot PSSI Surakarta, dan Totok Supriyanto yang lama mengemban tugas sebagai manajer tim Persis di Divisi Utama. 

Tahun 2016 PT Syahdhana Properti Nusantara (SPN) masuk untuk mensponsori Persis di kompetisi Indonesian Soccer Competition (ISC)-B. Diketahui PT. SPN akhirnya memiliki 75 persen saham, dan  perusahaan milik Sigit Haryo Wibisono (SHW) itu sudah mengeluarkan dana Rp 4,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk melunasi hutang PT PSS sebesar Rp 2,5 miliar dan Rp 2 miliar untuk dana mengarungi turnamen ISC B 2016.

Tonggak pimpinan direksi akhirnya berubah, salah satunya Komisaris PT. PSS kemudian dipegang oleh Dedi M Lawe. Tahun 2017, PT SPN memiliki saham sebesar 90 persen di PT PSS. Hingga akhirnya PT SPN memegang kuasa untuk membangun tim Persis yang terjun di Liga 2 2017-2019. 

Vijaya resmi mengambil alih Persis dari tangan Sigid Haryo Wibisono. Mengambil alih 70 persen saham PT Persis Solo Saestu (PSS). Dari total 4.500 lembar saham PT PSS, 3.500 saham sudah dia kuasai. Sementara SHW masih mempunyai 1.000 saham. Sisanya 500 lembar milik klub internal Solo. Sayangnya, Vijaya enggan membocorkan nominal investasinya.

”Yang pasti kedepannya kita akan membangun manajerial tim lebih profesional lagi. Beberapa sektor juga akan kita kembangkan. Seperti contoh Stadion Manahan yang rencananya akan kita sewa untuk dikembangkan untuk berbagai aktivitas. Selain olahraga juga akan jadi pusat kuliner. Yang utama kita akan mendatangkan banyak pemain bintang ke Persis Solo kedepannya,” terang salah satu perwakilan pengurus baru Persis Raja Pane. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia