Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Akomodasi Hambat E-Umrah, Banyak Hotel Tak Masuk Sistem

17 September 2019, 17: 09: 40 WIB | editor : Perdana

BERAT: Pesawat rute Solo-Jeddah, Arab Saudi di Bandara Adi Soemarmo, belum lama ini. AMPHURI menilai syarat visa umrah dari pemerintah Arab Saudi memberatkan.

BERAT: Pesawat rute Solo-Jeddah, Arab Saudi di Bandara Adi Soemarmo, belum lama ini. AMPHURI menilai syarat visa umrah dari pemerintah Arab Saudi memberatkan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Joko Asmoro menyebut perkembangan digital sudah merambah sektor usaha perjalanan umrah. Terutama kerja sama pemerintah RI dengan Arab Saudi terkait digitalisasi umrah melalui e-umrah. Namun, kebijakan tersebut dipandang masih banyak kekurangan.

Joko menyebut e-umrah mengakibatkan banyak perusahaan penyelenggara ibadah umrah (PPIU) harus menjadwal ulang keberangkatan jamaah. Khususnya yang berangkat periode September. Karena kebijakan e-umrah tidak semata mengubah layanan secara digital. Tetapi juga penerbitan visa.

“Selain itu, kami para pelaku usaha biro perjalanan wajib membuat satu paket antara sewa hotel, transportasi di Tanah Suci, dan tiket pesawat yang harus berkesinambungan,” jelas Joko, kemarin (16/9).

Kendalanya, saat ini pihak hotel dan transportasi di Arab Saudi banyak yang belum masuk ke sistem e-umrah. Sehingga biro perjalanan dalam negeri kesulitan memenuhi syarat tersebut. Selain itu, banyak pula hotel yang sudah masuk ke dalam sistem e-umrah, jaraknya sangat jauh dari tempat ibadah. AMPHURI berharap ada kajian ulang mengenai e-umrah. Agar tidak menyulitkan biro perjalanan.

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag) Arfi Hatim mengakui aturan baru pemerintah Arab Saudi cukup ketat. Slaah satunya syarat mendapat visa umrah. Seperti halnya visa haji khusus. Bahkan PPIU harus menyewa hotel dan bus di Tanah Suci yang sudah tercantum di sistem e-umrah.

“Sistem ini memberatkan pelaku usaha maupun jamaah apabila hotel dan transportasi tidak sesuai yang dijanjikan. Berbagai upaya akan terus dilakukan. Harapannya ada solusi. Sehingga layanan terhadap jemaah umrah dipermudah dan nyaman,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia