alexametrics
Jumat, 29 May 2020
radarsolo
Home > Wonogiri
icon featured
Wonogiri

Pilkades di 17 Desa Rawan Gesekan

17 September 2019, 17: 44: 34 WIB | editor : Perdana

SIAGA: Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti pimpin apel pasukan di halaman mapolres setempat kemarin (16/9).

SIAGA: Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti pimpin apel pasukan di halaman mapolres setempat kemarin (16/9). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Polres Wonogiri memetakan kawasan rawan gangguan keamanan saat pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak di 186, Rabu (25/9). Hasilnya, 17 desa yang tersebar di delapan kecamatan masuk zona merah.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti mengatakan, potensi gangguan keamanan tersebut disebabkan ada calon kepala desa (cakades) didukung organisasi kemasyarakatan (ormas) dan ada pula yang didukung perguruan silat. Selain itu, ada juga potensi aksi para botoh. “Botoh ini hampir (ada) di semua desa, khususnya di Wonogiri selatan,” jelasnya, Senin (16/9).

Guna menjaga kondusivitas wilayah, Polres Wonogiri meminta bantuan pengamanan dari Polda Jateng, yakni sebanyak 300 personel Brimob dan Sabhara siap diterjunkan ke Kota Sukses. Upaya lainnya yakni meningkatkan frekuensi patroli pada H-1 dan H+1 coblosan pilkades.

“Masing-masing desa ada personel. Lalu di lima eks distrik kita terjunkan satu peleton Brimob di masing-masing distrik. Kemudian ada tiga rayon, timur, barat dan selatan, (jumlah personel pengamanan) kita pertebal juga," beber kapolres.

Sekadar informasi, jumlah bakal cakades yang tak lolos seleksi administrasi bertambah dari 11 orang jadi 13 orang. ”Dari 13 yang tidak lolos tersebut, dua di antaranya berstatus aparatur sipil negara (ASN). Dari Desa Gambirmanis, Pracimantoro dan Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono. Tidak dapat izin dari bupati Wonogiri. Izin dari bupati merupakan salah satu syarat bagi ASN yang mendaftar jadi kepala desa,” urai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Wonogiri Semedi Budi Wibowo melalui Kepala Bidang Pemerintahan Desa Zyqma Idatya Fitha.

Pada pilkades kali ini, tidak ada seleksi tambahan. Karena dari 186 desa yang menggelar pesta demokrasi, tidak ada cakades yang lebih dari lima orang. Sedangkan saat coblosan, pemilih mencoblos foto calon, bukan gambar tertentu. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia