Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Temui Wali Kota,Gibran: Solo Butuh Sentuhan Anak Muda!Lempar Kode Nih?

19 September 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Gibran Rakabuming Raka menemui Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di rumah dinas, Rabu (18/9).

Gibran Rakabuming Raka menemui Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di rumah dinas, Rabu (18/9). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Gibran Rakabuming Raka menemui Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Rabu (18/9) siang. Tak mau mengakui jika pertemuan empat mata itu membahas politik, Gibran justru melempar kode ke wali kota.

Pertemuan mendadak itu digelar di rumah dinas wali kota Loji Gandrung. Gibran yang mengenakan kemeja batik motif sang proklamator Bung Karno dan tokoh-tokoh pahlawan nasional langsung disambut Rudy dengan hangat.

Namun, pembicaraan mereka digelar tertutup atas permintaan Gibran. Usai pertemuan, tak banyak keterangan yang disampaikan Gibran. Pun saat ditanya soal isi pembicaraan, apakah membahas tentang pilkada atau politik, ayah Jan Ethes itu mengelak.

”Silaturahmi dengan Pak wali kota saja, tukar pikiran. Eggak pernah ketemu karena kesibukan beliau. Kita tadi ngobrol banyak,” katanya.

Materi obrolan, lanjut Gibran, berkisar perkembangan usaha kecil dan menengah di Solo hingga perkembangan teknologi. Dia memuji kinerja pemkot yang telah berhasil menata pedagang kaki lima (PKL). Salah satunya PKL di Kotabarat.

“Apapun Kota Solo ini kota kecil, tapi sangat dinamis. Intinya apa yang sudah dikerjakan Pak Rudy ini sudah sangat baik sekali dan membuat Kota Solo lebih maju. Tapi, saya ada masukan sedikit. Kota Solo ini butuh sentuhan anak muda,” ujar putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Saat ditanya bentuk konkrit dari sentuhan anak muda, Gibran menuturkan, perlunya kreativitas, teknologi, dan penggunaan media sosial. Apakah sentuhan anak muda itu juga berarti Solo butuh pemimpin anak muda? Gibran justru hanya melempar senyum.

”Kita enggak bicara itu, kita bicara yang lain. Enggak ada politik hari ini,” ucap Gibran.

Sementara itu, Rudy memaparkan, ada beberapa hal yang dibahas dengan putra sulung mantan koleganya itu. Pria yang juga menjabat ketua DPC PDIP Solo itu juga dengan gamblang mengatakan jika Gibran sempat mendapat penjelasan mengenai mekanisme pendaftaran calon wali kota melalui partainya.

“Beliau nanya-nanya wajarlah. Nanya-nanya tentang bagaimana mekanisme pencalonan dan sebagainya. Ya saya beri paparan saja,” kata pria yang juga menjabat ketua DPC PDIP Solo itu.

Menanggapi masukan Gibran mengenai Solo yang butuh sentuhan anak muda, Rudy memaparkan, anak muda memang wajib menyentuh dan ikut memajukan Kota Solo.

”Peran pemuda di Solo, lha selama ini kita beri kesempatan seluas-luasnya. KNPI, Hipmi, beberapa kan juga kita beri tempat. Lha kecuali saya tidak memberi kesempatan bagi pemuda, itu lain bicaranya” papar Rudy.

Diberitakan sebelumnya, PDIP telah membuka pendaftaran bagi bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang ingin ikut berlaga di Pilkada Solo 2020. Pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa telah mendaftar dengan didukung lima pimpinan anak cabang (PAC) di Solo.

Lalu, apakah PDIP masih membuka kesempatan bagi bakal calon lain, termasuk seandainya Gibran ingin maju? Diungkapkan Rudy, PDIP masih membuka pintu bagi siapapun. 

Hanya, dia menegaskan, penjaringan yang dilakukan DPC PDIP Solo dilakukan tertutup. Sehingga siapapun yang berminat menjadi bakal calon wali kota atau wakil wali kota harus menggali informasi kepada struktur partai. Calon pendaftar pun harus sudah tercatat sebagai kader partai yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda anggota (KTA)

“PDIP terbuka, kita tidak menutup pintu. Silakan kalau (Gibran) mau mendaftar,” ucap Rudy. 

Nah, saat diminta jawaban tegas tentang keinginan untuk mendaftar, Gibran hanya tersenyum simpul dan menjawab singkat. “Nanti aja,” kata suami dari Selvi Ananda itu. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia