Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Unik! Pentas Reog Pakai Dadak Merak Botol Plastik, Laris Manggung

19 September 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Dadak merak berbahan barang bekas kreasi warga Nungso, Manang, Grogol.

Dadak merak berbahan barang bekas kreasi warga Nungso, Manang, Grogol. (Arief Budiman)

Share this      

SUKOHARJO – Berbekal plastik dan botol bekas, warga Dukuh Nungso, Manang, Grogol membuat dadak merak reog Ponorogo berukuran 1,5x2,5 meter. Awalnya, dadak merak tersebut dibuat untuk pentas budaya tahunan. Tapi, justru paket reog komplet terdiri dari jatilan, dan pentul laris diundang pentas.

"Kami buat sekitar Juli 2018. Butuh waktu sekitar dua bulan,” terang Sugito warga setempat, Rabu (18/9). Kerajinan dadak merak tersebut membutuhkan barang bekas terdiri dari 300 kantong plastik warna hijau, 60 botol minuman soda dan botol air mineral, karung goni, kertas semen, kardus, styrofoam dan penutup makanan. 

“Kepala barongan kami buat dari bekas tutup makanan yang dilapisi kertas bekas semen,” jelasnya. Baru hiasan merak dan kepala barong kami pasang," katanya.

Ketua seni reog barang bekas Sri Winoto mengatakan, dadak merak plastik kerap diundang pentas ketika ada hajatan warga, lurah, hingga Festival Hujan. Setiap pentas, baik anak-anak maupun remaja ikut andil. “Yang menari memang dari anak-anak Nungso. Kami tidak pernah memaksa warga dan anak-anak ikut reog. Dulu dukuh kami juga punya sanggar reog dan sudah lama mati. Ternyata lewat pembuatan (dadak merak) dari bahan bekas, reog bisa dihidupkan lagi," bebernya.

Winoto mengaku pernah menggunakan dadak merak dari barang bekas tersebut untuk penggalangan dana gempa Lombok tahun lalu di Cemani, Sukoharjo. Hasilnya, terkumpul sumbangan Rp 7 juta sehari. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia