Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Lurik dan Batik Tantang Kreativitas Desainer Solo

20 September 2019, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Model memperagakan busana batik dan lurik di atas Kereta Uap Jaladara

Model memperagakan busana batik dan lurik di atas Kereta Uap Jaladara (Arief Budiman)

Share this      

SOLO – Meskipun sudah dikenal publik hingga tingkat internasional, promosi lurik dan kain batik tidak berhenti. Potensi tersebut akan dipamerkan pada Bekraf Festival di Benteng Vastenburg 4-6 Oktober.

Sebagai tahap pre event, Dinas Pariwisata Surakarta, PT Kereta Api Indonesia (KAI) DAOP 6 Jogjakarta, dan sejumlah desainer menggelar sesi pemotretan model yang mengenakan busana lurik serta batik dan berpose di kereta uap Jaladara di Stasiun Purwosari, kemarin (19/9).

“Hasil foto ini akan dipamerkan pada saat car free day (Jalan Slamet Riyadi) tanggal 22 September mendatang,” jelas Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Surakarta, Budi Sartono.

Menurut Budi, Bekraf memiliki 16 subsektor. Salah satunya bidang fashion. Hal ini menjadi tantangan bagi desainer lokal untuk berkreasi. “Setiap tahun, produk kreatif memberikan kontribusi kepada perekonomian. Kali ini bidang fashion dipilih karena Kota Solo juga dikenal sebagai kota budaya dengan produk tekstil yang besar,” urianya.

Di lain sisi, penggunaan Sepur Klutuk Jaladara sebagai pendukung objek pemotretan bukan tanpa alasan. Alat transportasi kuno tersebut memiliki banyak sejarah dan telah menjadi ikon Kota Solo.

Koordinator UKM Fashion Designer Solo Indrias Senthir menjelaskan, para model mengenakan rancangan busana lurik dan batik karya enam desainer. Masing memiliki ciri khasnya.

“Giat ini menjadi salah satu bentuk dukungan kami terhadap Bekraf. Harapannya fashion designer Kota Solo semakin maju,” ungkap dia. (gis/wa)

 

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia