Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Daerah Kekeringan di Wonogiri Rawan Penyakit

20 September 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Kondisi lahan Waduk Gajah Mungkur pecah-pecah karena debit air menyusut

Kondisi lahan Waduk Gajah Mungkur pecah-pecah karena debit air menyusut (Arief Budiman)

Share this      

WONOGIRI – Sejumlah penyakit mengancam warga yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan. Sebagai upaya antisipasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri mengerahkan tim gerak cepat (TGC).

Kepala Dinkes Wonogiri Adhi Dharma menyatakan telah memberi tugas kepada kepala UPTD Puskesmas agar segera menyiapkan personel TGC. Itu sesuai keputusan Bupati Wonogiri Nomor 271/2019 tentang Penetapan Status Darurat Bencana Kekeringan di Kabupaten Wonogiri.

Puskesmas yang menyiagakan TGC yakni yang wilayahnya ditetapkan sebagai kawasan darurat bencana kekeringan. Seperti Puskesmas Pracimantoro 1 dan 2, Puskesmas Paranggupito, Puskesmas Giritontro; Puskesmas Giriwoyo 1 dan 2, Puskesmas Nguntoronadi 1 dan 2, Puskesmas Eromoko 1 dan 2, Puskesmas Manyaran dan Selogiri.  

“Kita sudah rakor (rapat koordinasi) lintas bidang di dinas kesehatan untuk menyusun langkah-langkah yang akan dilakukan puskesmas  di wilayah bencana kekeringan," kata Adhi Dharma, Kamis (19/9). 

Sampai saat ini, lanjut kepala dinkes, belum ada laporan penyakit di daerah terdampak kekeringan. Tapi, tetap harus diwaspadai ancaman diare, gangguan pencernaan, dan penyakit kulit.

"Kami juga memerintahkan petugas sanitarian puskesmas mengambil sampel air yang biasa digunakan warga untuk menguji kualitasnya. Ini guna mencegah kasus KLB (kejadian luar biasa) Hepatitis A yang pernah terjadi di Pacitan tidak terjadi di Wonogiri," pungkasnya. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia