Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Catatan Gol Persis Buruk, Lini Serang Kurang Sangar

20 September 2019, 13: 45: 59 WIB | editor : Perdana

Bomber Persis Solo Hapidin dikawal dua pemain Madura FC di Stadiun Wilis Madiun

Bomber Persis Solo Hapidin dikawal dua pemain Madura FC di Stadiun Wilis Madiun (Nikko Auglandy)

Share this      

SOLO – Suka tidak suka Persis Solo ternyata memiliki catatan gol yang terbilang buruk di Liga 2 2019. 

“Harapan kita di bursa transfer kemarin sejatinya memang inginmembenahi lini serang kita. Tapi karena banyak target yang gagal didapat, akhirnya kurang efektif dalam perekrutan pemain baru. Ini memang jadi evaluasi kita. Karena di putaran pertama, banyak bola selalu mengarah kebawah, dan peran winger juga belum berjalan dengan baik di lini serang,” terang Pelatih Persis Solo Choirul Huda.

Hingga laga ke-15 yang mereka jalani, ternyata Persis Solo baru bisa mencetak 11 gol.  Itu artinya rata-rata rasio gol Persis tak sampai 1 gol perlaga.

Catatan gol Persis bahkan bisa dibilang cukup buruk, karena mereka kalah dari 20 peserta Liga 2 lainnya. 

Catatan 11 gol Persis sama dengan juru kunci Grup Timur Persatu Tuban. Sedangkan klub dengan gol paling minim diemban oleh Madura FC (9 gol), yang kemarin (18/9) sukses menahan seri Persis 0-0 di Stadion Wilis Madiun. 

Hingga saat ini,  klub paling produktif di Liga 2 dipegang oleh Persita Tangerang dengan tabungan 29 gol. Publik tentu berharap moncernya Persis Solo menjebol gawang, terjadi seperti di zaman striker lokal (Alm) Ferryanto, yakni di musim Divisi Utama musim 2011 hingga 2014. Yang tercatat lebih banyak golnya, ketimbang laga yang digelar.

“Pemain baru yang bergabung ternyata beberapa kualitasnya dibawah pemain yang sudah ada, dan ini jadi problem,” terangnya.

Di putaran kedua Persis memang hanya mendatangkan satu striker, yakni Benny Ashar asal Persiba Balikpapan. Sayang dia belum bisa membuat gol di beberapa laga terakhir yang dijalani Persis.

”Saya minta maaf atas hasil seri ini (kontra Madura FC), semoga kedepannya bisa bermain lebih baik lagi,” ujar Benny Ashar. 

Selain Benny, ada enam pemain baru lainnya yang bergabung di putaran kedua. Yakni  Muhammad Alaik Sobrina (stopper), Dedi Cahyono Putro (winger), Rafit Ikhwanudin (kiper), Ardyanto Agung Wicaksono (gelandang), serta dua pemain magang Syahrul Romadhon (winger) dan Juret Yuslikh Kaukabadury (gelandang). (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia