Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Purnomo-Teguh Pilih Ikuti Proses, PDIP Buka Peluang untuk Gibran

21 September 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakoso saat mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP beberapa waktu lalu

Pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakoso saat mengambil formulir pendaftaran di kantor DPC PDIP beberapa waktu lalu (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota 2020-2024 Achmad Purnomo-Teguh Prakosa berencana akan mengembalikan formulir pendaftaran pada Senin (23/9). Pasangan yang menamakan dirinya Puguh (Purnomo-Teguh) tersebut telah mengisi dan menyelesaikan seluruh persyaratan yang harus disertakan dalam formulir pendaftaran. 

Menurut salah satu anggota tim penjaringan internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Surakarta Budi Prasetyo mengatakan, rencananya pasangan Puguh akan datang ke kantor DPC di Brengosan pukul 10.00 WIB. Keduanya telah menghubungi panitia terkait rencana tersebut.

“Jika tidak ada perubahan, Pak Purnomo dan Pak Teguh akan mengembalikan formulir Senin pukul 10.00,” katanya, Jumat (20/9).

Pasangan Puguh sendiri mengambil formulir pendaftaran pada Senin (16/9). Mereka memberanikan diri mencalonkan diri setelah mendapatkan dukungan dari lima pimpinan anak cabang (PAC) PDIP di Kota Surakarta. Sebagai kader, baik Purnomo maupun Teguh harus mengikuti seluruh tahapan seleksi internal yang berlaku di partainya. Termasuk mengikuti sejumlah tes sebelum diusulkan untuk mendapat rekomendasi dari dewan pimpinan pusat (DPP).

Selain itu pasangan Puguh juga harus siap bersaing dengan kandidat lain jika ada kader yang ingin mendaftarkan diri melalui PDIP. Suara paling nyaring terdengar adalah putra sulung presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka. “Tapi sampai hari ini (kemarin) belum ada tanda-tanda,” ucap Budi.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menegaskan kembali jika partainya sangat terbuka dalam penjaringan calon wali kota dan wakil wali kota. Seluruh proses penjaringan dilakukan oleh panitia atau tim khusus. Sebagai ketua DPC, dia tidak akan menutup pintu bagi seluruh kader untuk maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

“Ini sesuai dengan amanat DPP bahwa untuk mengusung calon pemimpin atau kepala daerah harus benar-benar dijaring dari akar rumput dan mendengarkan suara kader, simpatisan dan masyarakat. Siapapun bisa mencalonkan diri,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia