Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Ada Loket Khusus bagi Warga di Kelurahan Hasil Pemekaran

21 September 2019, 12: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Dispenducapil menyediakan loket khusus untuk layani warga hasil pemekaran

Dispenducapil menyediakan loket khusus untuk layani warga hasil pemekaran (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemutakhiran data kependudukan warga lima kelurahan hasil pemekaran tidak lagi dilakukan melalui strategi jemput bola. Pemkot menyediakan loket khusus di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surakarta.

Sebelumnya, pemkot melayani pemutakhiran data dengan jemput bola di kelurahan, sepanjang sore sampai malam hari. Itu dilakukan agar masyarakat tidak kesulitan dalam mengurus berkas-berkasnya.

Kasi Identitas Penduduk Dispendukcapil, Subandi mengatakan, pelayanan tersebut lantas dialihkan ke kantor dispendukcapil. “Kami sudah membuka loket khusus di kantor dinas. Sengaja tidak dicampurkan dengan pelayanan reguler agar lebih mudah mengantisipasi seandainya ada persoalan administrasi," terangnya, Jumat (20/9).

Menurut Subandi, strategi jemput bola yang dilakukan sejak Mei sudah memperbarui hampir seluruh data kependudukan milik puluhan ribu warga lima kelurahan baru hasil pemekaran. Kekurangannya tinggal 5.000 hingga 10.000 berkas.

Saat ini, pencetakan kartu keluarga (KK) sudah sekitar 90 persen dari target 22.533 KK. Adapun pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA) sekitar 78,86 persen dari target 20.585 KIA. Selain itu, perekaman data KTP elektronik sudah 84,7 persen dari target sebanyak 53.226 KTP.

“Tapi untuk sementara warga masih kami beri surat keterangan (suket) pengganti KTP elektronik saja, karena keterbatasan blangko stok KTP secara nasional,” jelas dia.

Permohonan penambahan stok blangko KTP elektronik sebanyak 66.000 keping yang diajukan pemkot kepada pemerintah pusat hingga kini belum dikabulkan. Sementara, stok blangko KK dan KIA masih cukup, karena pengadaannya menjadi wewenang pemkot.

Sebelumnya, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Ing Ramto menjelaskan, stok blangko KTP elektronik yang tersedia saat ini sudah dialokasikan bagi pemohon yang diprioritaskan pemkot. Di antaranya adalah warga yang baru kali pertama memiliki KTP serta pasangan dari suami atau istri yang meninggal. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia