Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

RSUD Bung Karno Tunggu Perwali, Untuk Atur Tarif dan Ketentuan Lain

22 September 2019, 07: 25: 59 WIB | editor : Perdana

RUANG PERAWATAN: Tenaga medis RSUD Bung Karno menyiapkan alat kesehatan.

RUANG PERAWATAN: Tenaga medis RSUD Bung Karno menyiapkan alat kesehatan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sejak diresmikan 17 Agustus lalu, RSUD Bung Karno di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon belum beroperasi. Itu disebabkan kendala teknis yang saat ini masih diproses manajemen rumah sakit setempat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Setyowati mengatakan, operasional rumah sakit harus memiliki payung hukum yakni peraturan wali kota (Perwali) atau surat keputusan (SK) wali kota yang mengatur tarif dan ketentuan lain. Hingga sekarang, regulasi tersebut belum terbit.  

“Kami nggak bisa melayani tanpa ketentuan itu. Kendati begitu, seluruh sarana prasarana dan fasilitas layanan kesehatan di RSUD Bung Karno telah memenuhi standar minimal," kata Setyowati, Sabtu (21/9).

Manajemen menargetkan penyusunan perwali rampung bulan ini. Meski belum melayani pasien, petugas medis dan karyawan RSUD Bung Karno sudah bekerja sejak beberapa hari setelah pengumuman hasil rekrutmen. Mereka tengah menyusun dokumen, standard operational procedure (SOP), dan penataan ruang sebagai syarat akreditasi. Termasuk mengurus persyaratan kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Kami sudah registrasi ke Kementerian Kesehatan dan tinggal menunggu approval,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur RSUD Bung Karno Wahyu Indianto membenarkan ada kendala teknis yang membuat operasional rumah sakit belum juga dimulai. Di sisi lain, manajemen RSUD tipe C tersebut tengah melelang pembangunan tempat pembuangan sementara (TPS) limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan TPS limbah domestik tambahan, serta kawat berduri untuk pagar keliling RS. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia