Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Eks Pecandu dari AS Siap Beri Wejangan

22 September 2019, 09: 10: 59 WIB | editor : Perdana

TANGKAPAN KAKAP: Barang bukti 50 kg ganja yang disita dari Anang Arif, warga Malang akan dimusnahkan besok, (Senin 23/9).

TANGKAPAN KAKAP: Barang bukti 50 kg ganja yang disita dari Anang Arif, warga Malang akan dimusnahkan besok, (Senin 23/9). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Banyak cara dilakukan untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. Kali ini, Badan Narkotika Kota (BNK) Surakarta akan menghadirkan mantan pecandu dari Amerika Serikat untuk memberikan wejangan.

Kegiatan tersebut dibarengkan pemusnahan barang bukti ganja kering seberat 50 kilogram (kg) senilai Rp 250 juta, Senin (23/9).

“Mantan pecandu dari Amerika itu kini aktif dalam kegiatan pemberantasan narkoba,” terang Kepala BNK Surakarta AKBP Ridho Wahyudi, Sabtu (21/9).

Terkait teknis pemusnahan ganja, terang Ridho, tidak lagi dibakar di dalam tong karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Tapi, memakai mesin khusus yang dilengkapi cerobong asap. 

Soal hasil sementara penyidikan, Ridho mengaku telah memeriksa sejumlah saksi guna membongkar jaringan peredaran narkotika Sumatra-Jawa itu.

“Yang jelas pelaku kami jerat pasal berlapis. Tersangka hanya bertugas mengirim sampai Nganjuk, lalu akan ada orang lain yang mengambil. Kemungkinan (ganja) diedarkan di Jawa Timur,”  tuturnya.

Kemarin, kepala BNK Surakarta juga mengkritisi posisi Kota Bengawan di urutan kedua teratas dalam kasus peredaran narkoba di Jateng. Dia menegaskan, posisi itu tidak mencerminan kondisi secara riil di lapangan. Sebab harus ada penelitian khusus hingga tingkat bawah. Bukan hanya mengacu jumlah tersangka.

“Selama ini yang menjadi patokan banyaknya pelaku tertangkap di Solo. Padahal seharusnya bukan seperti itu. Contohnya, (kurir) ganja tertangkap di Solo, namun diedarkan di Jawa Timur. Jadi penangkapan bukan menjadi acuan tingkat peredaran narkotika,” tegasnya.

Ditambahkan Ridho, penyalahgunaan narkoba merupakan masalah kompleks. Sehingga perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memeranginya. “Kami memiliki sukarelawan untuk melakukan edukasi. Jika ada tetangga, teman menjadi pecandu dan ingin lepas dari jerat narkoba, silakan datang ke kita,” ungkap dia.

Sekadar informasi, ganja seberat 50 kg itu disita BNK Surakarta dan BNP Provinsi Jateng dari tangan Anang Arif, warga Malang di garasi bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Jalan A. Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari. Ganja itu berasal dari Medan dan akan diedarkan di Jawa timur. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia