Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Spanduk Bergambar Gibran Bertebaran

22 September 2019, 06: 35: 59 WIB | editor : Perdana

SITA PERHATIAN: Spanduk bergambar wajah Gibran Rakabuming Raka terpasang di kawasan Joglo, Kadipiro, Banjarsari kemarin (21/9).

SITA PERHATIAN: Spanduk bergambar wajah Gibran Rakabuming Raka terpasang di kawasan Joglo, Kadipiro, Banjarsari kemarin (21/9). (IRAWAN WIBISONO/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Menyusul pertemuan Gibran Rakabuming Raka dengan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo membahas soal pemilihan kepala daerah (pilkada), kemarin spanduk bergambar putra sulung Presiden Joko Widodo muncul di kawasan lingkar Joglo, Kadipiro, Kecamatan Banjarsari.

Spanduk berwarna dasar merah itu berisi gambar Gibran di sisi kiri disertai nama lengkapnya dengan ukuran besar. Di bagian tengah bertuliskan 'SOLO', kemudian di sisi kanan terdapat tulisan 'Masa Depan Kita'.

Spanduk tersebut tidak disertai identitas pemasang. Besar kemungkinan spanduk tersebut dipasang guna mendukung langkah Gibran jika mencalonkan diri sebagai wali kota Surakarta.

Namun, hingga kemarin, belum ada kader partai yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon wali kota-wakil wali kota kecuali pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. "Belum ada tambahan lagi sampai saat ini," ujar ketua tim penjaringan DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta Putut Gunawan.

Ditegaskan Putut, partainya tidak sembarangan mengeluarkan formulir pendaftaran. Ada mekanisme tersendiri mengingat penjaringan kali ini dilakukan secara tertutup. "Kader juga tidak bebas minta formulir begitu saja" katanya.

Sementara itu, DPC PDIP Boyolali mengajukan dua nama bakal calon bupati 2020-2025 ke DPP. Mereka yakni M. Said Hidayat dan Wahyu Irawan.

Komposisi bakal calon pasangan bupati-wakil bupati dari DPC PDIP Boyolali ini cukup unik. Yakni, M.Said Hidayat sebagai bakal calon bupati dipasangkan dengan Wahyu Irawan. Alternatif kedua, Wahyu Irawan sebagai bakal calon bupati didampingi bakal calon wakil bupati Marsono.

“Kami mengusung nama tersebut setelah mendengarkan aspirasi dari PAC-PAC,” terang Ketua DPC PDIP Boyolali S. Paryanto, Sabtu (21/9).

Menurut Paryanto, M. Said Hidayat yang kini masih menjabat wakil bupati memiliki konstribusi besar terhadap partai. Begitu pula Wahyu Irawan yang berlatar belakang pengusaha. Sedangkan Marsono saat ini menjabat sekretaris DPC PDIP Boyolali sekaligus anggota DPRD setempat.

Tiga nama tersebut muncul berdasarkan hasil penjaringan internal partai. PDIP Boyolali menguasai 35 kursi dari total 45 kursi di DPRD, sehingga bisa mengajukan pasangan calon bupati-wakil bupati secara mandiri.

“Beda kalau koalisi dengan partai lain, perlu pembahasan dengan mitra koalisi. Mungkin lewat penjaringan terbuka dan butuh waktu lebih lama,” jelasnya.

Ditambahkan Paryanto, setelah salah satu pasangan bakal calon bupati mendapatkan rekomendasi dari DPP, proses selanjutnya mereka akan digembleng di sekolah partai untuk lebih mematangkan kemampuannya di berbagai bidang.

Terpisah, Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Golkar Boyolali Agus Ali Rosyidi mengungkapkan, partainya hanya memiliki empat kursi di DPRD. Jadi tak mungkin dapat mengusung paslon sendiri.

"Arahnya kita bergabung dengan PDIP. Nanti yang diusung PDIP kita dukung," ujarnya.

Sedangkan politisi PKS Ahmad Hasyim belum memberikan banyak keterangan terkait langkah partainya. "Hari ini pak ketua dan jajaran pimpinan lainnya sedang mengikuti rakerwil (rapat koordinasi wilayah) di Semarang," ucap dia.

Ketua DPC PKB Boyolali Supadi juga menyatakan partainya belum menentukan sikap. Apakah akan berkoalisi dengan parpol-parpol membentuk poros baru atau ikut bergabung dengan PDIP. “Tergantung nanti, lihat perkembangan dulu,” terangnya. (irw/wid/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia