Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

400 Ribu Warga Jateng Terjerat Narkoba, Solo Paling Banyak

24 September 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Perdana

Pemusnahan 50 kg ganja kering oleh BNP Jateng dan BNK Surakarta di depan balai kota, Senin (23/9) malam

Pemusnahan 50 kg ganja kering oleh BNP Jateng dan BNK Surakarta di depan balai kota, Senin (23/9) malam (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Masalah penyalahgunaan narkoba di wilayah Jawa Tengah sudah sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, dari hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN), 400 ribu warga Provinsi Jawa Tengah  menjadi pelaku penyalahgunaan narkotika.  

Hal ini ditegaskan Kepala BNP Jateng Brigjend Pol Beni Gunawan usai melakukan pemusnahan 50 kilogram (kg) ganja di Balai Kota Surakarta Senin (23/9) malam. Beni menyampaikan, tingkat prevalansi penyalahgunaan narkoba di Jateng mencapai 1,66 persen dibandingkan jumlah penduduk. 

"Bisa dibayangkan, penduduk Jawa Tengah saat ini 35 juta jiwa.  Dengan begitu, 400 ribu orang menjadi pelaku penyalahgunaan narkotika," katanya. 

Mirisnya, berdasarkan data BNN, mayoritas pelaku penyalahgunaan narkotika berasal dari Solo. Sehingga saat ini Solo naik menjadi peringkat pertama sebagai kota dengan jumlah penyalahgunaan narkoba tertinggi di Jateng. 

Untuk itu, Beni mengimbau seluruh masyarakat untuk turut terjun langsung dalam memerangi narkoba. "Ini bukan tugas kepolisian,  BNN,  pemerintahan, dan lembaga penegak hukum saja. Namun, sudah tugas kita bersama, mari kita perangi narkoba," tegas Beni.

Contoh kecil yang dapat dilakukan guna memberantas peredaran narkoba yakni dengan melaporkan pelaku .  "Tidak perlu takut, tidak perlu segan. Dengan laporan dari masyarakat, tentunya akar permasalah peredaran narkoba akan tuntas," urai Beni. 

Sementara itu, sebelum dimusnahkan, 50 kg ganja yang nilainya ditaksir mencapai Rp 250 juta itu dicek oleh Labfor Mabes Polri Cabang Semarang.  Setelah sampel ditetesi cairan khusus, kertas berubah menjadi warna violet. Ini membuktikan bahwa barang yang disita BNK Surakarta beberapa waktu lalu itu 100 persen ganja. 

Disinggung soal kelanjutan kasus kurir ganja seberat 50 kg itu, Beni mengatakan, saat ini masih dalam penyelidikan mendalam pihak BNK Surakarta. BNK masih terus berupaya mengungkap jaringan yang ada di atasnya. "Kami juga mengharapkan ada info dari masyarakat sehingga kasus ini cepat terungkap," tuturnya. 

Kapolresta Surakarta  AKBP Andy Rifai menambahkan, pihaknya tidak main-main dalam menumpas narkoba. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah guna mencegah peredaran narkoba di kalangan anak muda  "Siapapun itu,  kalau terlibat penyalahgunaan narkoba, pasti akan kami tindak tegas. Tidak ada ampun," tegas Andy. 

Diberitakan sebelumnya, BNK Surakarta dan BNP Jateng berhasil mengamankan seorang kurir Anang Arif di pangkalan bus antar kota antar provinsi (AKAP) di ruas Jalan A. Yani, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari awal pekan lalu. Saat digeledah, warga Malang yang menumpang bus itu membawa ganja kering siap edar seberat 50 kg di dalam dua koper besar. Ganja kering berasal dari Medan dan akan diedarkan di wilayah Jawa Timur. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia