Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Job Fair UNS, Kemampuan Nonakademik Calon Naker Rendah 

26 September 2019, 12: 34: 53 WIB | editor : Perdana

DEMI MASA DEPAN: Ribuan pencari kerja mengantre di job fair yang digelar UNS kemarin (25/9). Lowongan pekerjaan didominasi perusahaan perbankan.

DEMI MASA DEPAN: Ribuan pencari kerja mengantre di job fair yang digelar UNS kemarin (25/9). Lowongan pekerjaan didominasi perusahaan perbankan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Setiap dibuka job fair dipastikan diserbu pencari kerja. Seperti yang digelar di auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS). Lebih dari 8.600 pelamar berjubel. Namun sayangnya banyak calon tenaga kerja yang belum memiliki kemampuan nonakademik.

Wakil Rektor UNS Bidang Kemahasiswaan Kuncoro Diharjo menyebut, saat ini, para pencari kerja hanya bermodal kemampuan akademik. Padahal perusahaan butuh 80 persen kompetensi nonakademik. Itu yang mayoritas belum dikuasai pelamar. Sebut saja, kemampuan Bahasa Inggris, komunikasi, dan presentasi.

"Untuk itu silakan tingkatkan kemampuan nonakademik yang dibutuhkan tersebut agar terserap di dunia kerja dengan mudah," imbaunya.

Dia berharap job fair ini menjadi jalan memperpendek masa tunggu alumni. Agar tidak terlalu lama memperoleh pekerjaan. Tidak hanya bermanfaat bagi alumni UNS, tapi juga pencari kerja lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, antrean peserta job fair terpantau padat merayap. Mereka memadati auditorium dan gedung rektorat kampus setempat. Salah seorang pencari kerja Daniel mengaku mengincar lowongan di PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Ada dua tempat rekrutmen untuk PT KAI. Di auditorium untuk lulusan diploma dan sarjana. Sedangkan untuk lulusa SMA di student center. Nah, saya antri yang di sini (auditorium)," katanya.

Job fair yang diadakan dua hari, 25-26 September tersebut didominasi oleh perusahaan perbankan. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang paling banyak diserbu perusahaan konstruksi.

"Serapan tenaga kerja yang relatif stabil dari perusahaan perbankan. Kapan pun job fair digelar, pasti ada lowongan yang dibuka. Di awal tahun mungkin perusahaan konstruksi yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Sekarang sudah terpenuhi, jadi tidak banyak perusahaan konstruksi membuka lowongan pekerjaan," beber Ketua Career Development Center (CDC) UNS Kusnandar.

Sementara itu, Corporate Deputy Director of Personel Care, Control, and Development PT KAI Wawan Ariyanto menuturkan, tahun ini pihaknya membutuhkan 1.000 pegawai. 

“Kami membuka 400 lowongan. Kali pertama ada lowongan masinis untuk laki-laki atau perempuan. Kami mengutamakan kualitas dan wawasan global,” pungkasnya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia