Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Pemkab Sragen Gencar Berinovasi Tingkatkan Kunjungan Pembaca

26 September 2019, 15: 26: 42 WIB | editor : Perdana

AYO MEMBACA BUKU: Sejumlah siswa aktif membaca di salah perpustakaan keliling. Kabupaten Sragen didaulat sebagai kabupaten literasi.

AYO MEMBACA BUKU: Sejumlah siswa aktif membaca di salah perpustakaan keliling. Kabupaten Sragen didaulat sebagai kabupaten literasi. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Jumlah kunjungan di perpustakaan Kabupaten Sragen diklaim mencapai target. Dalam sehari, warga yang hadir lebih di perpustakaan pusat maupun perpustakaan eks Kawedanan Gemolong dan Gondang rata-rata mencapai 100 orang.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen Parsono menyampaikan, bukan hal gampang meningkatkan minat baca masyarakat. Apalagi Sragen didaulat sebagai salah satu kabupaten literasi. Tak ayal pemkab memberi perhatian khusus pada peningkatan minat baca. Fokusnya mengajak generasi muda untuk gemar membaca.

”Bagaimana generasi muda tidak hanya membaca HP, tapi juga gemar membaca buku, biar pintar,” jelas Parsono saat Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca di Pendapa Kabupaten Sragen kemarin (25/9).

Lantas apa saja langkah-langkah yang ditempuh? Parsono menyampaikan selain pinjam buku, perpustakaan juga bertransformasi ke kegiatan lain. Seperti memberi ruang pelatihan ibu-ibu untuk wirausaha. Demikian juga dengan anak muda yang menggunakan jaringan internet perpustakaan.

Bahkan perangkat desa menggunakan faslilitas Boarding Leanguage Center (BLC) untuk pelatihan membuat laporan manajemen keuangan desa. ”Alhamdulillah, angka kunjungan dan yang hadir meningkat. Paling ramai saat jam pulang sekolah,” ujar Parsono.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan, Bumi Sukowati sudah secara masif menggelar gerakan literasi.

”Jadi setidaknya 15 menit setiap sekolah meluangkan waktu membaca. Hal ini untuk meningkatkan minat baca. Apalagi budaya membaca sekarang sudah bergeser dari buku ke digital,” ujarnya. 

Pengajar SMAN 1 Sukodono, Daryono menyampaikan untuk kegiatan rutin pada pukul 07.00 kegiatan belajar mengajar dimulai dengan membaca Al-Quran bagi siswa muslim selama 15 menit.

”Membaca al quran ini dengan didampingi guru yang mengajar pada jam pertama. Ini merupakan penerapan dari program literasi,” jelasnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia