Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Regrouping SDN Sasar Semua Kecamatan 

26 September 2019, 15: 34: 47 WIB | editor : Perdana

TETAP JALAN: Kegiatan belajar mengajar di salah satu SDN di Kecamatan Wuryantoro. Kekurangan guru jadi masalah bersama di semua daerah Wonogiri.

TETAP JALAN: Kegiatan belajar mengajar di salah satu SDN di Kecamatan Wuryantoro. Kekurangan guru jadi masalah bersama di semua daerah Wonogiri. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Kekurangan tenaga pengajar SD negeri (SDN) hampir merata di sejumlah wilayah di Wonogiri. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri punya wacana untuk me-regrouping SDN, minimal satu sekolah di satu kecamatan. 

Kepala SDN 3 Digal, Kecamatan Pracimantoro Sri Murtini mengatakan, ada kelas yang terpaksa masuk siang. Sebab, sekolah tersebut kekurangan tenaga guru. Solusinya guru-guru mengajar secara maraton, mulai kelas pagi dan siang.

”Tetap berjalan biasa kegiatan belajar mengajarnya. Tapi, pagi-siang gitu masuknya," kata Sri Murtini kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (25/9).

SDN 3 Digal hanya memiliki satu guru pegawai negeri sipil (PNS), satu guru tidak tetap (GTT) dan tiga guru mata pelajaran. Lantaran jumlahnya yang minim, terpaksa guru mata pelajaran dipinjam untuk menjadi guru kelas.

”Kelas yang belum lengkap ada tiga. Yakni kelas II, III, dan V. Idealnya ya supaya kegiatan belajar mengajar lancar, kita butuh tiga guru lagi,” beber Sri Murtini.

Sekretaris Disdikbud Wonogiri Sriyanto mengakui persoalan kekurangan guru tersebut. Sebab, sejak 2016 sudah tidak diperbolehkan melakukan pengangkatan.

”Ya kondisi saat ini sangat kekurangan guru. Banyak yang pensiun dan sejak 2016 kan sudah tidak diperbolehkan melakukan pengangkatan,” ujar Sriyanto.

Bahkan, kekurangan tenaga pengajar ini hampir terjadi di seluruh SDN di Wonogiri. Hal tersebut menjadi kegelisahan bersama seluruh tenaga pendidikan dan orang tua siswa. 

”Kita masih banyak berdiskusi, bagaimana solusinya,” ucap dia. 

Menurut Sriyanto, ada wacana untuk me-regrouping sekolah sebagai solusi. Dinas sudah memberikan mandat kepada koordinator wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan untuk melakukan pendataan.

”Ya solusinya di-regrouping. Paling tidak satu kecamatan ada satu SD negeri yang di-regoruping,” pungkas Sriyanto. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia