Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pemkab Sukoharjo Tepis Rumor Penghapusan Uang Duka

26 September 2019, 15: 50: 15 WIB | editor : Perdana

SANTUNAN: Bupati Wardoyo Wijaya memberikan uang duka bagi warga tidak mampu.

SANTUNAN: Bupati Wardoyo Wijaya memberikan uang duka bagi warga tidak mampu. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Santunan uang duka kembali dibagikan pemkab dengan total anggaran Rp 1,56 miliar. Penyerahan ini sekaligus menepis rumor yang beredar soal penghapusan santunan uang duka. 

Plt Kepala Dinas Sosial Sukoharjo Djoko Indrianto mengatakan, pemberian santunan uang duka ini sesuai peraturan bupati (Perbup) tentang bantuan. ”Bantuan diberikan kepada 522 penerima di seluruh kecamatan di Sukoharjo,” terang Djoko, Rabu (25/9).

Rinciannya, di Kecamatan Weru ada 69 penerima, Bulu 34 penerima, Tawangsari 58 penerima, dan Sukoharjo 45 penerima. Kemudian, di Kecamatan Nguter terdapat 49 penerima, Bendosari 33 penerima, Mojolaban 46 penerima, Polokarto 64 penerima, Grogol 41 penerima. Di Baki diberikan kepada 22 penerima, Gatak 29 penerima, dan Kartasura 30 penerima.

”Santunan diberikan kepada keluarga yang meninggal pada November - Desember 2018. Sedangkan bagi keluarga miskin yang anggota keluarganya meninggal pada Januari - Mei 2019, dana akan diberikan November mendatang,” ungkap Djoko.

Pada November mendatang sudah terdata jumlah penerima santunan uang duka yakni 1.710 keluarga. Di mana masing-masing penerima memperoleh Rp 3 juta.

”Beredar isu jika akan dihapuskan (santunan duka, Red). Isu ini tidak benar. Kebijakan ini adalah prorakyat. Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat. Kebijakan ini akan jalan terus. Dan, Sukoharjo nilainya paling besar di Indonesia, Rp 3 juta,” papar Joko.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menegaskan, santunan uang duka bagi mayarakat miskin akan terus berjalan. Dia berpesan agar masyarakat cerdas dalam mengelola uang bantuan.

”Pesan saya, uang ini tidak untuk aneh-aneh. Harus dimanfaatkan yang baik. Buat beli kambing atau ayam biar bisa berkembang. Kalau dibagi-bagi, ya habis nantinya,” terang Wardoyo.

Salah seorang penerima santunan Mardi asal Desa Karanganyar, Kecamatan Weru mengaku akan menggunakan uang tersebut untuk membeli ternak dan sisanya ditabung. Menurut dia, uang tersebut adalah titipan dan akan digunakan untuk keperluan yang manfaat. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia