Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

PDAM Antisipasi Jaringan Pipa Tak Terduga

27 September 2019, 13: 04: 55 WIB | editor : Perdana

DITUTUP SEBAGIAN: Lokasi material pengeboran pipa PDAM Purwosari yang memanfaatkan sebagian jalur lambat Kerten-pintu KA Purwosari.

DITUTUP SEBAGIAN: Lokasi material pengeboran pipa PDAM Purwosari yang memanfaatkan sebagian jalur lambat Kerten-pintu KA Purwosari. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pengeboran dalam rangka memindahkah jaringan pipa PDAM Surakarta di kawasan Purwosari untuk mendukung proyek flyover setempat ditarget rampung sepekan. Namun, target tersebut bisa molor jika terdapat jaringan pipa yang tak terduga.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, jalur lambat di Jalan Slamet Riyadi mulai dari simpang tiga Kerten hingga perlintasan kereta api (KA) Purwosari ditutup. Lokasi itu digunakan untuk menyimpan pipa dan material pengeboran lainnya. 

“Pipa-pipa ukuran 3 meter-an ini masuk Selasa malam (24/9) sampai Rabu dini hari (25/9). Langsung kami tempatkan di beberapa bagian jalur lambat sebelum dirakit," terang Konsultan Pengawas Proyek Pemindahan Jaringan Pipa Air Bersih Purwosari Sutardi.

Dia memastikan, dalam beberapa hari terakhir, pengiriman kebutuhan kontruksi rampung. Berlanjut pengeboran di titik yang telah ditentukan.

"Minggu kemarin kami maksimalkan pengecekan utilitas yang ada di jalur pengerjaan bersama PLN, PDAM, dan  pihak terkait lainnya. Beberapa hari ke depan kami mulai pengeborannya," katanya.

Proses pengeboran dipredisksi rampung dalam sepekan. Setelah itu, pipa disambungkan dan ditarik dari lubang satu dengan lainnya. “Kalau tidak ada jaringan yang tiba-tiba ditemukan saat kontruksi, ya (pengeboran) bisa selesai dalam sepekan. Tapi kalau tiba-tiba ditemukan jaringan tidak terduga lainnya, mungkin sedikit molor,” urai Sutardi.

Di lain sisi, pelaksana proyek berharap masyarakat ekstrahati-hati saat melintasi kawasan proyek. Sebab, sejumlah material disimpan di jalur lambat dan tidak menutup kemungkinan dilakukan penutupan seluruh akses jalur lambat. 

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Mudo Prayitno menerangkan, pihaknya bersama Satlantas Polresta Surakarta membantu penataan arus lalu lintas di sekitar proyek. 

“Kami siapkan barikade untuk membatasi kendaraan yang masuk jalur lambat. Nanti kalau progres pengerjaannya membutuhkan pengaturan lebih, kami siap terjunkan petugas dan intervensi Apill (alat pemberi isyarat lampu lalu lintas),” kata dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia