Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Edukasi Masyarakat, Kemensos Tepis Konflik Sosial lewat Seni

27 September 2019, 14: 11: 28 WIB | editor : Perdana

SARAT PESAN: Pentas ketoprak digelar Kementerian Sosial RI di Karanganyar sebagai sarana edukasi masyarakat.

SARAT PESAN: Pentas ketoprak digelar Kementerian Sosial RI di Karanganyar sebagai sarana edukasi masyarakat. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Potensi munculnya konflik sosial di tengah masyarakat perlu diantisipasi sejak dini. Nah, Kementerian Sosial (Kemensos) RI punya sejumlah terobosan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya toleransi. 

Salah satunya melalui kegiatan seni budaya yang melibatkan masyarakat, seniman, dan budayawan di berbagai wilayah. Di Karanganyar, kegiatan tersebut diwujudkan dalam pentas seni ketoprak yang mengambil lakon Bener Durung Mesti Pener.

Kasubdit Pencegahan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos Helmi DT. R Mulya menyampaikan, terjadinya konflik sosial di masyarakat diduga lantaran kurangnya komunikasi. Gelaran seni dan budaya yang memuat pesan-pesan sosial dan moral diharapkan bisa menjadi alternatif untuk mengedukasi masyarakat.

”Seni itu luas dan mudah diterima masyarakat. Saya kira bisa menangani permasalahan juga lewat seni. Dari situ (kegiatan seni, Red) lebih nyaman, ada edukasi, dialog interaktif. Di situ kita dilatih untuk saling gotong royong, tidak ada yang dibeda-bedakan, dan tentunya mengajarkan nilai sosial,” terang Helmi.

Tak hanya kegiatan kesenian, kementerian saat ini juga telah mangembangkan forum keserasian sosial. Forum ini dibentuk di masing-masing provinisi.

”Di Jawa Tengah sudah ada sekitar 20 paguyuban yang masuk dalam forum keserasian sosial dan tersebar di 14 kabupaten/kota. Mereka bertugas melakukan edukasi, pencegahan terkait konflik sosial yang ada di masyarakat,” jelas Helmi. (sct/rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia