Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Diancam Menristekdikti, Rektor UNS Cuek

28 September 2019, 17: 07: 25 WIB | editor : Perdana

Jamal Wiwoho

Jamal Wiwoho

Share this      

SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Jamal Wiwoho tak ambil pusing menanggapi ancaman Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir yang akan memberi sanksi kepada para rektor yang gagal mencegah mahasiswanya turun ke jalan. Menurutnya, mahasiswa UNS yang mengikuti aksi pada 24 September lalu bukan dikerahkan oleh pihak kampus.

“Kalau sebagai saluran informasi, pada prinsipnya, saya setuju. Tapi yang tidak saya setujui adalah cara-cara anarkistis. Itu tidak bisa kami toleransi. Karena kami tidak mendidik mahasiswa untuk itu. Kami juga yakin mahasiswa UNS yang turun ke jalan tidak bersikap anarkistis,” bebernya, Jumat (27/9) kemarin.

Karena itu, ketika menristekdikti memberi warning kepada rektor terhadap aksi tersebut, Jamal tidak khawatir. Sebab, pihaknya, atas nama kampus, mengklaim tidak terlibat dalam aksi tersebut. Klaim tersebut dituangkan dalam surat edaran yang keluar pada 23 September, sehari sebelum aksi Bengawan Melawan terjadi.

“Dalam surat itu, kami memerintahkan kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan bahwa kegiatan akademik tetap berjalan seperti biasa. Sehingga tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Dalam aksi tersebut, kami juga meminta agar tidak melibatkan UNS dalam bentuk apapun,” jelasnya.

Maka dengan adanya surat tersebut, lanjut Jamal, segala hal yang dilakukan atas aksi tersebut menjadi tanggung jawab pribadi. Sebab, aksi tersebut bukan atas nama universitas. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia