Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Mempelajari Pesan Kehidupan dari Candi Sojiwan

29 September 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Mempelajari Pesan Kehidupan dari Candi Sojiwan

Berwisata ke candi punya dua manfaat sekaligus. Selain belajar sejarah, Kita dapat memahami pesan kehidupan yang diceritakan di relief. Salah satunya terdapat di Candi Sojiwan di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten. Ikuti perjalanan kami,

CANDI Sojiwan terletak di kawasan permukiman penduduk. Tepatnya di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Memasuki area Candi Sojiwan, traveler akan dihadapkan dengan pelataran yang bersih dan terawat.

Tak perlu khawatir karena saat masuk candi tidak akan dikenai tarif. Traveler hanya cukup mengisi buku tamu yang sudah disediakan. Kemudian akan ada jalur khusus pengunjung untuk menuju candi yang di batasi dengan pagar hidup.

Di sana terdapat empat gardu yang terbuat dari bambu, serta satu gazebo yang terletak di bagian sudut pelataran candi. Bangunan candi utama dikelilingi rumput hijau dan pepohonan yang rindang. Cocok untuk beristirahat sambil menikmati kemegahan candi di tengah terik matahari.

Traveler juga dapat melihat informasi seputar candi di Gedung Museum Arsitektur Candi Sojiwan. Di sana terdapat peta komplek Candi Sojiwan. Lengkap dengan foto-toro pemugaran serta penjelasan makna dari relief candi.

Ada hal menarik yang Koran ini temukan. Candi ini mempunyai 20 relief di kaki candi yang berhubungan dengan cerita-cerita Pancatantra atau Jataka dari India. Tokoh di relief itu bukan manusia, melainkan binatang.

Salah satunya perlombaan antara garuda dan kura-kura. Hikmah dari cerita relief tersebut adalah kekuatan bukanlah satu-satunya yang dapat mengatasi segalanya. Tetapi justru kepandaian yang lebih berhasil. 

Ada pula gajah dan setangkai kayu. Pesan moralnya yang besar tidak berlaku sewenang-wenang, karena orang kecil bila bersatu dapat juga mengalahkan yang besar. Setiap relief mempunyai pesan kehidupan tersendiri.

Di bagian puncak candi terdapat mahkota berbentuk stupa yang merupakan stupa terbesar dari keseluruhan bagian candi. Masuk ke bagian dalam bangunan candi akan ada ruangan yang cukup besar beserta relung-relung kosong.

Di sebelah utara candi terdapat Stupa Perwara atau bangunan pendamping candi utama. Stupa ini berbentuk padat, tidak berisi patung Budha seperti stupa Candi Borobudur. Terdapat pula tumpukan batu-batu purbakala yang belum bisa direkonstruksi di sekeliling Candi Sojiwan. Bahkan ada sebuah replika Candi Sojiwan berbentuk kecil sebagai hiasan dan dulunya digunakan untuk pameran keliling.

Tidak hanya bentuk candi yang bisa memanjakan mata. Di sana juga terdapat taman bermain anak yang dilengkapi wahana permainan. Mulai dari ayunan, komedi putar, perosotan, dan lainnya. Tempatnya cukup luas dan bisa juga digunakan sebagai area outbound. Akan tetapi taman wisata tidak dikelola oleh BPCB melainkan Bumdes. Sehingga untuk masuk area ini dikenakan tari Rp 5.000 ribu per orang. Terdapat pula beberapa gazebo untuk tempat berkumpul bersama keluarga dan teman atau juga hanya sekedar untuk tempat istirahat sembari menikmati suasana taman. So, Candi Sojiwan bisa jadi pilihan tepat mengisi waktu liburan akhir pekan ini. (mg4/mg5/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia