Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Cegah Pelajar Turun ke Jalan

29 September 2019, 16: 50: 59 WIB | editor : Perdana

TEGAS: Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel beri keterangan pers.

TEGAS: Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel beri keterangan pers.

Share this      

Berita Terkait

SOLO – Pihak kepolisian menggandeng dinas pendidikan guna mencegah pelajar menggelar aksi turun ke jalan. Ada beberapa alasan yang mendasari kebijakan tersebut. 

“Pertimbangan pertama, pelajar belum memahami esensi dari apa yang diaspirasikan. Kedua, pelajar masih sangat mudah mendapat provokasi. Sehingga terpancing atau merasa terajak melakukan tindakan yang seharusnya tidak perlu dilakukan," jelas Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel di Polresta Surakarta, Jumat (27/9).

Ditambahkan kapolda, hasil pengamanan saat aksi di kota lain, ditemukan perusuh yang beberapa di antaranya berasal dari kalangan pelajar. "Di Magelang Kota, diamankan 59 orang perusuh usai aksi mahasiswa. Dari 59 orang itu, separonya pelajar, sisanya preman dan anak geng. Tidak ada satupun mahasiswa diamankan saat aksi itu," ungkap dia.

Ketika ditanya polisi, lanjut kapolda, oknum pelajar yang diamankan mengaku tidak mengetahui apa yang mereka perjuangkan dengan menggelar demonstrasi. Mereka hanya ikut-ikutan menyerang aparat dengan lemparan batu.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo memastikan Pemprov Jateng membuka diri pada siapa saja yang hendak bertanya atau mencari kepastian terkait isu-isu dalam aksi demonstrasi akhir-akhir ini. “Anak-anak itu rentan terhadap provokasi. Kalau perlu dialog, guru dan kepala daerahnya memfasilitasi," jelas dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia