Sabtu, 25 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Musim Kemarau, Umbul Pluneng Tetap Melimpah

30 September 2019, 14: 54: 06 WIB | editor : Perdana

Dua penari berperan sebagai Kyai Tirta Mulyono dan Nyai Tirta Mulyani menari di atas getek di Umbul Pluneng, Klaten, kemarin

Dua penari berperan sebagai Kyai Tirta Mulyono dan Nyai Tirta Mulyani menari di atas getek di Umbul Pluneng, Klaten, kemarin

Share this      

KLATEN - Melimpahnya mata air di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum disyukuri warganya dengan menggelar tradisi syukuran banyu. Sejumlah warga membawa kendi berisikan air. Lalu dikirab dari gedung seni budaya Desa Pluneng ke Umbul Tirta Mulyono atau sering disebut Umbul Pluneng.

Warga dari setiap RW pun ikut serta kirab dengan membawa gunungan yang berisikan hasil bumi hingga tumpeng dengan aneka sayurannya. Mereka duduk bersila mengelilingi kolam utama di Umbul Pluneng. Hingga akhirnya didoakan oleh tokoh agama sebelum akhirnya dilaksanakan kembul bujana.

Menariknya, dalam tradisi syukuran banyu yang juga dihadiri Bupati Klaten Sri Mulyani itu terdapat dua penari tradisional yang menggambarkan sosok Kyai Tirta Mulyono dan Nyai Tirta Mulyani. Mereka menari di atas gethek yang ada di kolam utama dengan menempuh jarak sekitar 50 meter ke arah panggung utama. Tak ketinggalan pula kelompok seni ciblon Tirta Wening semakin memeriahkan tradisi syukuran banyu tersebut.

“Tradisi syukuran banyu ini kami laksanakan keenam kalinya ini menjadi wujud syukur warga Desa Pluneng atas potensi yang kita miliki. Apalagi saat ini sedang tahap pengembangan dari Umbul Pluneng sendiri yang sudah mencapai 60 persen,” jelas Kepala Desa Pluneng, Wahyudi, Minggu (29/9).

Camat Kebonarum Sutopo mengatakan acara tradisi syukuran banyu di Desa Pluneng diadakan di setiap akhir bulan Sura. Hal ini diharapkan menjadi penanda dan pengingat untuk selalu bersyukur dengan keberkahan yang dari Tuhan Yang Maha Pemurah. (ren/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia