Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Film Horas Amang, Penonton Perlu Siapkan Tissu Banyak-Banyak

30 September 2019, 20: 47: 15 WIB | editor : Perdana

Pemain film Horas Amang Akbar Nasdar (paling kiri), Novita Dewi, dan Indra Pacique berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo

Pemain film Horas Amang Akbar Nasdar (paling kiri), Novita Dewi, dan Indra Pacique berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo (FATA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Dunia sinema Tanah Air kembali disegarkan dengan film yang mengambil latar budaya daerah. Mengangkat budaya Batak, film Horas Amang: Tiga Bulan untuk Selamanya tak hanya mengisahkan lika-liku keluarga. Namun, ada komedi, drama, romantika, dan haru biru yang bakal mengaduk-aduk emosi penonton.

Horas Amang, Tiga Bulan untuk Selamanya dibintangi Cok Simbara yang berperan menjadi amang atau ayah. Ada juga aktor senior Piet Pagau. Lalu, Indra Pacique, Tanta Ginting, Novita Dewi, Akbar Nasdar, Dendi Tambunan, Jack Marpaung, dan masih banyak lagi.

Diakui Pacique, sebagian besar aktor dan aktris Horas Amang memang asli dari Tanah Batak. ”Memang saat casting film dibutuhkan pemain-pemain Batak yang secara feel biar lebih dapet. Dan, mereka juga lolos. Tapi, ada juga pemain yang bukan Batak dan mereka berhasil berperan yang ke-Batak-batakan,” ujar Pacique saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo, Senin (30/9).

Meski mengangkat budaya Batak, namun film ini bukan lantas menjadi eksklusif dan hanya bisa dinikmati masyarakat Batak. Horas Amang justru diangkat untuk menjadi tontonan berkualitas seluruh masyarakat Indonesia.

”Di film ini kita pakai bahasa Indonesia. Ada bahasa Batak, tapi porsinya kecil, paling yang bercanda-bercanda itu,” imbuh Pacique yang berperan sebagai Parulian.

Ditambahkan Akbar, ada banyak pesan moral yang ingin disampaikan dalam film ini. Di mana seorang ayah juga memiliki kasih sayang yang sangat besar terhadap anak-anaknya. So, film ini layak ditonton oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa.

”Karena pesan moralnya banyak. Tentang ayah, kasih sayang ayah. Jadi ini bukan film untuk Batak saja, tapi seluruh Indonesia,” ucap Akbar yang berperan sebagai Gordon.

Kehadiran Novita Dewi dalam film ini tentu menjadi kejutan tersendiri. Di mana Horas Amang juga menjadi debut perdana penyanyi jebolan salah satu ajang pencarian bakat itu. Novita Dewi berperan sebagai Tarida, putri sulung amang yang memiliki karakter keras, tegas, mementingkan karier, dan agak cuek dengan adat tradisi.

”Bagi saya, film ini bisa memberi gambaran bahwa kasih sayang ayah juga sepanjang masa. Selama ini kan kita biasanya lebih ke ibu dan ibu. Padahal, kasih sayang ayah juga sangat besar,” beber Novita Dewi.

Tarida sendiri digambarkan sering berkonflik dengan sang amang. Gara-gara ini, Novita Dewi pun harus rela kena semprot penonton. ”Gara-gara Tarida keras terhadap amang, saya jadi kena marah penonton. Kok tega banget sama amang,” kelakar Novita Dewi.

Ya, Tarida boleh saja galak terhadap amangnya. Namun, nyatanya Novita Dewi adalah salah satu pemain yang selalu banjir air mata setiap menonton film Horas Amang. Lika-liku dan pergulatan antara ayah dan anak ini memang membuat penonton harus menyiapkan tissu sebanyak mungkin karena penuh haru biru.

”Percaya atau enggak, Novita Dewi ini tiga kali nonton Horas Amang dan tiga kali nangis. Semakin banyak nangisnya. Karena memang film ini selain ada komedi dan romantika, yang pasti bisa bikin nangis. Bayangin, semua orang pasti kan punya orang tua, punya keluarga. Pasti terharu, nangis lah lihat film ini,” papar Pacique. 

Horas Amang: Tiga Bulan untuk Selamanya mengisahkan seorang ayah yang begitu mencintai keluarganya. Namun, dari cara hidupnya sehari-hari, sang ayah justru tak menggambarkan cinta yang semestinya berjalan. 

Sikap keras ayah ini membuat dia tak bisa akrab dengan ketiga anaknya. Sadar melakukan kesalahan, sang ayah kemudian mencoba memperbaiki apa yang selama ini tidak dilakukannya. Film Horas Amang tayang di bioskop mulai 26 September. (ria)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia