Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Mahasiswa-Pelajar Bergerak Lagi, Sempat Ada Lemparan Batu

01 Oktober 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Perdana

SAMPAIKAN ASPIRASI: Massa dari mahasiswa dan pelajar di Solo dan sekitarnya kembali menggelar aksi di depan gedung DPRD Surakarta, Senin (30/9).

SAMPAIKAN ASPIRASI: Massa dari mahasiswa dan pelajar di Solo dan sekitarnya kembali menggelar aksi di depan gedung DPRD Surakarta, Senin (30/9). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

Berita Terkait

SOLO – Ratusan pengunjuk rasa kembali memadati gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surakarta kemarin sore (30/9). Tuntutan mereka masih sama,  yaitu menolak sejumlah rancangan undang-undang (RUU) yang kontroversial. Namun, aksi ini sempat tercoreng ketika menjelang malam sempat terjadi kisruh.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, massa gabungan dari berbagai  unsur mengatasnamakan diri Solo Raya Bergerak (Sorak) mulai berdatangan memadati ruas Jalan Adi Sucipto pukul 15.00. Di depan DPRD Surakarta  telah terpasang kawat berduri yang terbentang dari barat ke timur. Petugas pengamanan dari Polresta Surakarta bersiaga di depan pintu gerbang DPRD.

Massa terdiri dari mahasiswa dan pelajar tanpa atribut kampus. Namun tak sedikit ada peserta aksi yang mengenakan baju seragam SMA. Dengan membawa sejumlah poster dan spanduk mereka berkumpul di depan halaman DPRD Surakarta  yang sudah dipasangi kawat berduri sembari mendengarkan para orator berorasi. Beberapa tulisan di poster maupun spanduk di antaranya “I'm Speechless #Solobergerak, Tak Kiro Pochiniki Jebule Omah Korupsi, Tolong Santet DPR, Tolak RUU ngawur yang merugikan rakyat, sahkan RUU PKS dan RUU PDP, Indonesia Darurat Pejabat Waras”.

Humas Sorak Muhammad Iss mengatakan, ada 10 tuntutan yang diserukan dalam aksi sore kemarin. Yakni, tolak pasal-pasal bermasalah pada RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU PSDN, RUU Pemasyarakatan, RUU Pertambangan Minerba dan cabut UU Budidaya Pertanian, UU MD3, dan sahkan pengesahan RUU PKS dan RUU PDP.

“Cabut UU KPK yang baru dan batalkan pimpinan KPK terpilih serta stop segala pelemahan terhadap KPK. Cabut PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan libatkan buruh secara adil dalam pengambilan keputusan,” koar Iss. Ada juga beberapa tuntutan terkait penolakan terhadap militer yang menempati jabatan sipil dan menangani konflik, pembakaran hutan serta penanganan kasus Papua.

Aksi yang awalnya berjalan lancar ini tiba-tiba berubah kisruh sekitar pukul 20.00. Massa dari demonstran melakukan aksi pelemparan baru ke arah aparat kepolisian. Lemparan baru mengenai empat polwan yang awalnya bertugas sebagai negosiator. Keempatnya hanya mengalami lecet dan benjol akibat lemparan batu. Mereka langsung mendapat perawatan oleh tim medis di ruang sekwan.

Aksi ini sendiri berhasil diredam oleh aparat kepolisian. Satu per satu massa mulai meninggalkan lokasi demonstrasi. Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai membenarkan kalau ada anggotanya yang terdampak pelemparan. 

“Sudah dicek oleh petugas kesehatan kondisinya sudah baik. Meski mereka berupaya untuk memprovokasi kami tidak melakukan tindakan represif. Kami berupaya menghindari konflik dan terus berkomunikasi dengan korlap aksi,” imbuh kapolresta. 

Kapolresta membenarkan masih ada beberapa pelajar yang terlihat di kerumunan massa. Pelajar yang berseragam sudah diminta meninggalkan lokasi. “Massa kali ini tidak jelas dari mana saja. Yang jelas tetap kami layani secara profesional.  Anggota yang kami kerahkan ada1.330 personel,” ujarnya.

Di bagian lain, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo meminta pelajar agar tidak ikut-ikutan menggelar aksi di jalanan. Dia mendorong penyampaian pendapat oleh para pejabat agar dilakukan melalui jalur yang benar. Yakni melalui guru, sekolah, dan pemerintah setempat.

Rudy juga mengingatkan agar penyelenggara aksi tidak melibatkan pelajar dan anak di bawah umur. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi hal tidak diinginkan saat demo berlangsung. “Status pelajar itu masih masuk kategori anak, tidak usah ikutan demo di jalan,” tegas Rudy, Senin (30/9). (atn/ves/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia