Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Eks Kepala DPU Dipecat, Tersangka Kasus Pungli

03 Oktober 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Tersangka kasus pungli Abdul Mursyid (tengah) saat dilakukan penahanan oleh Kejari Klaten

Tersangka kasus pungli Abdul Mursyid (tengah) saat dilakukan penahanan oleh Kejari Klaten (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Tersangka kasus pungutan liar (pungli) paket pengadaan langsung di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tahun Anggaran 2015 Abdul Mursyid terancam diberhentikan dari jabatannya. Dia telah menjadi tahanan Kejaksaaan Negeri (Kejari) Klaten di Lapas Kelas  IIB sejak beberapa waktu lalu. Kendati demikian, pemberhentian sementara baru akan diproses setelah Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten menerima surat penahanan.

Kepala BKPPD Klaten Surti Hartini mengaku, pemberhentian sementara dilakukan sampai ada ketetapan hukum terhadap kasus yang menjerat Abdul Mursyid. Yakni apakah yang bersangkutan terbukti bersalah atau tidak.

“Ketika nantinya mendapatkan surat penahanan, langsung kami proses untuk pemberhentian sementara. Karena itu menjadi dasar kami untuk menindaklanjutinya. Tetapi ketika ada seorang PNS ditahan karena kasus, maka nantinya diberhentikan sementara,” tandas Surti, kemarin (2/10).

Apabila pemberhentian sementara telah dilakukan, maka Abdul Mursyid hanya akan menerima 50 persen dari total gaji pokok. Mengacu UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

“Dikarenakan yang bersangkutan tidak menjalankan kewajibannya. Tetapi sudah menyangkut dengan tindak pidana khusus korupsi dan terbukti bersalah, maka bisa dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH). Berapapun hukumannya, memang cukup berat,” jelas Surti.

Proses PDTH dilakukan setelah adanya ketetapan hukum tetap terhadap kasus tersebut. Jika nanti tersangka tidak mengajukan banding, apa yang menjadi keputusan pengadilan akan segera ditindaklanjuti BKPPD Klaten.

Sebelumnya, Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku prihatin dengan kasus yang menjerat Abdul Mursyid. Dia berharap seluruh proses hukum dapat diikuti tersangka dengan baik.

“Saya harap (Abdul Mursyid) tetap semangat dan dijalani semua ini. Saya berpesan kepada PNS di lingkungan Pemkab Klaten agar selalu menaati peraturan undang-undang. Jangan sekali-kali menyeleweng maupun coba-coba melanggar ketentuan yang ada,” tegasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia