Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Salat Istisqa

04 Oktober 2019, 10: 45: 59 WIB | editor : Perdana

H. Priyono, Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS

H. Priyono, Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi UMS

Share this      

KABUT asap telah melanda negeri ini lebih dari empat bulan lamanya. Pulau Kalimantan dan Sumatera paling terparah. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan hutan terbakar mencapai 1,7 juta hektare. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memadamkan api, namun asap belum sepenuhnya hilang. 

Tidak hanya ikhtiar teknis, upaya spiritual dengan memohon kepada Tuhan agar hujan turun pun dilakukan. Presiden Joko Widodo bersama sejumlah aparat pemerintah menunaikan salat meminta hujan (Istisqa) di Masjid Amrullah Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada pertengahan. Upaya ini pun diikuti intansi dan elemen masyarakat di beberapa daerah. Kini tanda-tanda hujan mulai turun sudah mulai terlihat, meski belum merata. 

Salat Istisqa merupakan tuntunan Islam dalam memohon hujan kepada Allah SWT. Salat ini telah dilakukan sejak zaman Rasulullah. Kali pertama Rasulullah SAW melaksanakan salat istisqa saat di Madinah. Pada waktu itu hampir setahun lamanya tak pernah turun hujan di wilayah Madinah sehingga kota itu dilanda kekeringan sangat parah. 

Para sahabat meminta agar Rasulullah berdoa kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan. Rasulullah dan para sahabat kemudian menggelar salat Istisqa di Masjid Gammah di dekat Masjid Nabawi Madinah. Seusai salat, tak lama kemudian awan terkumpul menjadi mendung dan.hujan pun turun di sekitar Madinah hingga beberapa hari. Betapa mustajabnya doa Rasulullah dan para sahabatnya. 

Bukan hanya oleh penduduk di Kalimantan dan Sumatera yang dilanda kebakaran hutan dan kabut asap, namun turunnya hujan juga sangat dinantikan di berbagai kawasan yang kini tengah dirundung kekeringan. Maka selain usaha amaliyah yang maksimal, peran doa memohon hujan menjadi sangat penting.

Dalam Islam, doa memiliki kedudukan sangat agung karena merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT. Doa menjadi bukti bahwa kita sebagai hamba Allah mengaku lemah dan tergantung kepada kekuatan dan kekuasaan Allah SWT. 

 Dalam QS Al Baqarah ayat 60, Allah berfirman: “Dan Apabila hamba-hambaku bertanya kepada kamu tentang Aku maka jawablah, bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu  berada dalam kebenaran”.  

Jadi berdasarkan ayat tersebut Allah  SWT akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa bila dia memohon dan beriman serta bertaqwa. Selanjutnya  Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan marah kepadanya”. (HR at Tirmidzi, dan Ibnu Majah).  

Nabi Muhammad SAW diriwayatkan beberapa kali mengumpulkan para sahabat dan penduduk Madinah untuk salat Istisqa. Setelah itu pasti hujan turun. Sahabat Umar bin Khattab pun pernah mengumpulkan kaum muslimin salat Istisqa. Beliau melarang orang yang sedang memutuskan tali silaturahim masuk ke area salat karena akan membuat doa minta hujan akan ditolak Allah SWT. 

Mari kita muhasabah apakah niat kita tulus ikhlas berdoa karena Allah seraya mengakui segala dosa dengan mohon ampun dan bertaubat, taubatan nasuha agar do’a mohon hujan dalam salat istisqa kita terkabul. Aamiin. (*)

(rs/ria/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia