Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Optimisme Persis, Lawan Sedang Pincang!

04 Oktober 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Pelatih Persis Solo Choirul Huda

Pelatih Persis Solo Choirul Huda (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Mimpi menuju babak 8 besar semakin curam. Kemarin (3/10), Persiba Balikpapan sukses menjegal langkah Martapura FC dengan skor 3-0. Situasi ini membuat mereka kini berada di posisi kelima dengan tabungan 24 poin. Walau poin ini sama dengan Persis, ternyata Laskar Sambernyawa terpaksa harus merosot ke posisi ketujuh karena kalah produktivitas gol.

Situasi ini membuat posisi empat besar grup timur semakin sengit untuk direbutkan beberapa klub yang sama-sama masih berpeluang.

Persis jelas enggan pulang dari tanah Papua dengan raut muka sedih menuju Madiun. Poin penuh begitu penting hukumnya buat Persis Solo untuk bisa lolos ke babak 8 besar Liga 2 2019. Sayangnya kekalahan atas Sulut United (0-1) pekan lalu membuat mereka harus bisa memaksimalkan tiga laga sisa.

Laga kontra Persewar Waropen siang ini tentu jadi penentu langkah berikutnya. ”Setelah dari Sulut kita kemarin sempat transit dulu ke Kota Sentani untuk latihan sebelum ke Biak. Secara tim kita siap. Fisik dan taktik pemain juga siap,” terang Asisten Pelatih Persis Solo Choirul Huda.

Kemenangan 1-0 di pertemuan pertama di Stadion Wilis Madiun, Agustus lalu. Hasil ini tentu jadi modal berharga. Persis juga punya keuntungan setelah mendengar kabar. 

”Semoga jalannya pertandingan nanti bisa berjalan dengan baik. Diberikan hasil yang terbaik,” ujar pria yang akrab disapa Cak Irul tersebut.

Di lain sisi, Persewar dipastikan tak bermain dengan kekuatan penuh. Pemain bintang mereka yakni Okto Maniani dan Asisten Pelatih Carolina Ivak disanksi tak boleh beraktivitas di sepak bola Indonesia dalam kurun waktu enam bulan.

Tindakan tak terpuji dilakukan oleh Okto kepada wasit Untung asal Jakarta yang memimpin pertandingan Liga 2 antara Mitra Kukar dan Persewar di Stadion Rondong Demang, Kota Tenggarong (6/9).

Usai kemenangan Mitra Kukar 1-0, ternyata official hingga pemain Persewar merasa tak puas atas kinerja wasit. Protes keras ternyata dilakukan dengan aksi-aksi tak terpuji kepada wasit dan hakim garis.

Okto menusuk perut wasit dengan menggunakan bendera hakim garis. Sedangkan sang pelatih melakukan pemukulan kepada asisten wasit. Pelatih kiper Mitra Kukar, Joice Sorongan juga menjadi salah satu korban dalam kericuhan pertandingan tersebut. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia