Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Petani yang Jadi Penyebab Kebakaran Pabrik Mebel di Sragen Tak Ditahan

04 Oktober 2019, 18: 21: 20 WIB | editor : Perdana

Kondisi pabrik mebel yang terbakar tinggal puing-puing

Kondisi pabrik mebel yang terbakar tinggal puing-puing (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Satu orang ditetapkan sebagai tersangka terkait kebakaran sebuah pabrik pengolahan kayu di Desa Doyong, Kecamatan Miri. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 24 miliar akibat musibah itu. Namun, dengan berbagai pertimbangan, pelaku pembakaran dijadikan tahanan luar.

Kebakaran pabrik pengolahan kayu di Desa Doyong, Kecamatan Miri terjadi pada Selasa (1/10) lalu. Seorang petani setempat berinisial CS, 53, warga Dukuh Baran, Desa Doyong sempat diperiksa terkait kebakaran. Sebab, dia merupakan penyebab terjadinya kebakaran karena sebelumnya membakar bekas tanaman jagung di dekat pabrik.

CS akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian pada Rabu (2/10). Dia disangkakan pasal 188 KUHP terkait penyebab kebakaran. Tetapi, sejumlah warga heran lantaran melihat tersangka masih berkeliaran bebas dan tidak ditahan.

Kanit Reskrim Polsek Miri Aiptu Suwito mewakili Kapolsek Miri AKP Marsidi menjelaskan, saat ini kasus tetap ditangani dan dilakukan penyelidikan. Untuk sementara tersangka memang tidak ditahan dan hal ini sudah didiskusikan dengan kasat reskrim Polres Sragen.

”Pertimbangannya karena ada penjaminnya, sewaktu-waktu dibutuhkan sanggup untuk menghadirkan. Selain itu, usianya sudah tua. Takutnya psikisnya, nanti malah menimbulkan sakit,” jelas Suwito, Jumat (4/10).

Tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Apalagi, tidak ada unsur kesengajaan dalam kejadian itu. Karena saat membakar, ternyata api terkena angin dan mengenai tumpukan rumput kering di dekat pabrik.

Terpisah, pemilik pabrik mebel ekspor CV. Deckind And Wood  Agung Purnomo menyampaikan, kerugian ditaksir mencapai Rp 24 miliar. Selain bangunan, kerugian juga meliputi mesin produksi, alat-alat, dan stok produk sebanyak 15 kontainer yang siap dikirim ke luar negeri. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia