Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

PSIM Dibantai Sulut United

05 Oktober 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Ekspresi pemain PSIM Jogja saat kalah melawan Sulut United, kemarin

Ekspresi pemain PSIM Jogja saat kalah melawan Sulut United, kemarin

Share this      

JOGJA - Liga 2 sudah masuk di fase krusial. Laga-laga akhir banyak hal yang bis saja terjadi. Seperti yang dirasakan klub bertabur bintang,  PSIM Jogja. 

Di luar dugaan mereka tumbang 0-2 di rumah sendiri. Tepatnya kontra Sulut United di Stadion Mandala Krida, Jumat (4/10).

"Jujur saya tidak tahu apa yang terjadi sore ini (kemarin) . Tidak tahu apa yang salah dengan permainan kami. Ada banyak peluang yang begitu banyaknya, tapi tidak ada yang berbuah gol," ungkap Pelatih PSIM Aji Santoso.

Di luar dugaan datang sebagai tamu, Sulut United tampil agresif dan berani keluar menyerang. Babak pertama tak ada gol tercipta.

Tumpulnya lini depan, membuat Aji Santoso melakukan sejumlah perubahan seusai turun minum. Pelatih Aji Santoso mencoba memasukkan “El Loco” Gonzales menggantikan Aldaier Makatindu, berharap kembali tuah El Loco seperti saat mengalahkan Madura FC beberapa waktu lalu.

Alih-alih mencetak gol, PSIM justru dikagetkan gol tim tamu lewat sepakan Rudiyana ke sudut kanan gawang Ivan Febrianto. Cukup menyesakkan karena Rudiyana di putaran pertama bermain untuk PSIM,  sebelum akhirnya kontraknya diputus manajemen jelang putaran kedua. 

Tak ada selebrasi dari eks pemain penggawa Persis Solo musim lalu untuk menghormati pendukung PSIM.

Tertinggal satu gol, Aji Santoso memasukkan Dwi Raffi Angga mengganti Ade Suhendra yang memang kurang berfungsi dengan baik kali ini.

Jelang akhir pertandingan harapan Laskar Mataram mencetak gol tk jua datang. Sialnya mereka malah kebobolan untuk kali kedua.  Kali ini  Zulfikar Ali Ohorella menciptakan gol untuk Sulut United di menit 90+2, yang ikut membuat PSIM tumbang 0-2 di laga ini. 

Hasil negatif ini merupakan kekalahan ketiga PSIM di kandang sendiri musim 2019. Kekalahan sebelumnya didapat saat menjamu Persik Kediri dan Mitra Kukar. 

Kekalahan ini membuat PSIM secara total telah menelan sembilan kali kekalahan dan bertahan di urutan enam Grup Timur dengan 24 poin. Peluang PSIM belum habis untuk lolos ke babak selanjutnya, dengan catatan mampu meraih hasil positif di tiga laga tersisa.

Mantan pelatih Persela Lamongan tersebut mengatakan jika peluang timnya untuk lolos ke babak delapan besar sekaligus kunci promosi ke liga 1 masih terbuka lebar. Tiga pertandingan sisa PSIM adalah partai tandang di markas Martapura FC, serta dua kali kandang menjamu Persis Solo dan Persatu Tuban. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia