Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Tewaskan Pemotor, Perlintasan Liar Ditutup

06 Oktober 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Perdana

TITIK BERBAHAYA: Petugas PT KAI Daop VI Jogja membongkar cor semen yang dijadikan akses melintasi perlintasan KA tanpa pintu di Srago Gede, Mojayan, Klaten Tengah, kemarin (5/10).

TITIK BERBAHAYA: Petugas PT KAI Daop VI Jogja membongkar cor semen yang dijadikan akses melintasi perlintasan KA tanpa pintu di Srago Gede, Mojayan, Klaten Tengah, kemarin (5/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Dua kali kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api (KA) tanpa pintu di Kampung Srago Gede, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah. Terbaru terjadi kemarin (5/10) dan menewaskan Suratman, 60.

Warga Desa Pepe, Kecamatan Ngawen itu meninggal di lokasi kejadian setelah tertabrak KA Solo Ekspres jurusan Solo-Kutoarjo sekitar pukul 09.00. Kecelakaan bermula saat Suratman yang mengendarai sepeda motor Suzuki Smash AD 6398 PC melaju dari arah selatan. Dia bermaksud menyeberang perlintasan KA tanpa palang pintu tersebut.

“Oleh warga sudah dibunyikan sirene sebagai penanda jika ada KA hendak melintas. Tapi, kemungkinan korban tidak memperhatikan datangnya  KA dari arah Solo dan akhirnya tertabrak,” jelas Kapolsek Klaten Kota AKP Suyadi.

Akibat benturan keras, sepeda motor Suratman terpental hingga sejuah 10 meter. Sedangkan lanjut usia itu meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala, serta patah tulang kaki. 

Berdasarkan catatan polsek setempat, selama 2019, telah terjadi dua kali kecelakaan di tempat yang sama dengan satu korban meninggal. Sebab itu, Polsek Klaten Kota berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencegah kejadian serupa terulang.

Salah seorang pengguna jalan, Sigit, 40, menuturkan, setelah kecelakaan, KA Solo Ekspres sempat berhenti sekitar lima menit sebelum masuk ke Stasiun Klaten. “Sepertinya ada sedikit kerusakan,” jelas warga Kecamatan Jogonalan tersebut.

Sementara itu, PT KAI Daop VI Jogjakarta langsung menutup perlintasan tanpa pintu dengan cara membongkar cor semen yang dijadikan media melintasi rel.

“Rencana penutupan perlintasai ini sudah cukup lama. Sekalian saja dengan momen kecelakaan tadi (kemarin) langsung dilakukan penutupan perlintasan,” ujar Kaur Rel PT KAI Daop VI Jogja Risriyadi ditemui di lokasi kejadian. Menurutnya, selama ini, masyarakat yang melintasi perlintasan liar tidak memikirkan keselamatan. (ren/wa)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia