Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Features

Komunitas Small Is Sexy Solo, Jalin Persaudaraan lewat Miniatur Bus

Menjalin Persaudaraan lewat Miniatur Bus

06 Oktober 2019, 17: 05: 59 WIB | editor : Perdana

Komunitas Small Is Sexy Solo, Jalin Persaudaraan lewat Miniatur Bus

Ada berbagai macam cara untuk menjalin pertemanan. Seperti yang dilakukan Komunitas Small Is Sexy (SIS) Solo. Mereka mengumpulkan para pecinta miniatur bus dalam satu wadah komunitas.

KOMUNITAS ini terbentuk dari obrolan di grup jual beli miniatur bus Facebook. Mereka lantas berkumpul dan berdiskusi sambil memamerkan miniatur bus yang mereka miliki. Itulah aktivitas yang rutin dilakukan Komunitas Small Is Sexy (SIS) Solo setiap Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi Solo. 

Seperti saat kopdar Minggu (26/9) lalu, mereka memamerkan koleksinya di kawasan depan Plasa Sriwedari. Mereka berasal dari berbagai wilayah eks-Karasidenan Surakarta.

”Tujuannya simpel, menjalin persaudaraan antar pecinta bus, baik bus asli maupun miniatur. Tapi kalau bus asli kan nggak kuat beli. Jadi kami melampiaskannya dengan miniatur bus. Ukurannya skala 1 banding 20,” jelas Ketua Komunitas SIS Solo Sultan Putra Pratama.

SIS merupakan komunitas nasional yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa jambore nasional rutin digelar sebagai wadah berkumpulnya antar anggota. Selain jamboree nasional, mereka juga aktif membuka lapak pameran miniatur bus di CFD setiap sebulan sekali.

”Pada 3 Agustus lalu digelar di Semarang, kami menurunkan 25 orang beserta miniatur busnya. Di jambore itu jadi ajang kami berkumpul dan bertegur sapa sambil memamerkan koleksi. Lalu berdiskusi tentang miniatur bus yang mereka bawa. Tahun depan di Jakarta,” imbuh Sultan.

Jika ada komunitas Bus Mania yang mencintai bus, SIS tidak mengharuskan anggotanya pehobi naik bus. Meski ada pula anggota komunitas Bus Mania yang tergabung di komunitas SIS. Dari segi usia, tidak ada batasan sama sekali. Ada yang masih anak-anak hingga dewasa dan bahkan orang tua.

Joko Purnomo, anggota SIS Solo mengaku mulai menyukai bus sejak kecil. Baginya mengoleksi miniatur bus dapat menghilangkan penat setelah pulang kerja.

”Pas capek pulang kerja, saya lihat koleksi-koleksi saya di rumah rasanya senang,” tutur pria 29 tahun yang kerap dipanggil Jacky ini.

Komunitas SIS Solo dari tahun ke tahun mengalami perkembangan dalam segi jumlah anggota. Saat ini ada kurang lebih 30 anggota yang tergabung. Tidak ada pendataan, bagi yang ingin bergabung dipersilakan. (mg10)

(rs/it/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia