Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Travelling

Agrowisata Taman Stroberi Lereng Gunung Lawu

06 Oktober 2019, 10: 40: 59 WIB | editor : Perdana

Agrowisata Taman Stroberi Lereng Gunung Lawu

Mengunjungi agrowisata bisa jadi pilihan mengisi waktu libur akhir pekan bersama keluarga. Semua itu ada kawasan wisata Tawangmangu, mulai dari petik stroberi hingga membeli oleh-oleh tanaman hias.

KAWASAN Sekipan, Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu jadi salah satu agrowisata petik buah stroberi yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Karena wisatawan bisa memetik buah stroberi langsung dari kebunnya. Selain itu juga bisa melihat cara menanam buah khas negara Chile, Amerika Latin tersebut.

Pengelola sudah menyiapkan gunting kecil serta keranjang plastik untuk membawa stroberi yang telah dipetik. Cara memetiknya pun tidak sembarangan. Harus dengan gunting. Karena jika menggunakan tangan, dikhawatirkan akan merusak stroberi lainnya. Terutama yang belum masak. Pengelola akan mengarahkan wisatawan untuk memilih stroberi yang sudah siap petik.

Udara dingin dengan pemandangan perbukitan Sekipan menjadikan wisatawan bisa lupa waktu. Apalagi tidak ada tiket masuk. Wisatawan hanya cukup membayar stroberi yang dipetiknya. Per kilogram dibanderol Rp 80.000. Ada juga yang langsung dimakan, tapi tidak dihitung.

”Gunting itu kita sediakan agar pemetik itu memotong batang buahnya saja, dan tidak memotong batang buang yang lain. Kalau pakai tangan, bisa – bisa tercabut semua ke akar- akarnya, dan itu akan menjadikan buah yang lain sudah tidak bisa dipetik,” terang Naimah, salah seorang pengelola kebun Stroberi Sekipan.

Kebanyakan pemetik buah stroberi adalah keluarga yang menginap di sejumlah vila di Sekipan. Disela – sela mereka menginap, pagi atau sorenya bermain di kebun Stroberi. Sebenarnya banyak petani stroberi yang menjajakan buahnya di pinggir jalan. Tepatnya di sepanjang jalan tembus Tawangmangu-Sarangan, terutama di Desa Gondosuli.

Namun tak sedikit yang memilih langsung datang ke kebunnya di Sekipan. Salah satunya Handayani. Dia mengaku puas dengan hasil petikannya sendiri. Dibanding membeli di toko maupun pinggir jalan, stroberi hasil petik sendiri masih terjaga kesegarannya.

”Beda dengan kita membeli. Meskipun bisa memilih, akan tetapi bisa lebih leluasa memetik sendiri dari batangnya. Apalagi saat memetik sensasinya berbeda, karena ternyata memetik buah stroberi itu tidak sembarangan,” ungkapnya. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia