Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Travelling
Agrowisata di Lereng Gunung Lawu

Habis Petik Stroberi, Pulang Bawa Bibit Tanaman Hias

06 Oktober 2019, 15: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Habis Petik Stroberi, Pulang Bawa Bibit Tanaman Hias

BERWISATA ke Tawangmangu, tak lengkap rasanya jika pulang tanpa oleh-oleh. Selain buah dan sayuran, tanaman hias bisa jadi buah tangan yang menarik. Ada satu tempat yang menjual tanaman hias itu. Yakni Sentra Tanaman Hias dan Agrowisata Tanaman Hias Nglurah, Tawangmangu. Meski terdapat gapura memasuki desa wisata tersebut, tetapi tidak dikenakan biaya tiket masuk bagi pengunjung.

Di sepanjang jalan kampung Nglurah, wisatawan bisa menemukan rumah warga yang dipenuhi budidaya tanaman hias. Tentunya juga dijual. Tanaman hias yang ditanam dan dipajang di setiap pekarangan rumah warga inilah yang menjadi icon tersendiri. Pada mulanya masyarakat Nglurah hanya berjualan tanaman sayur. Kemudian era 80-an, mereka mulai beralih dari tanaman sayur ke tanaman hias.

Seperti halnya di rumah Wagimin yang dipenuhi berbagai tanaman bunga dan hias. Jumlahnya sekitar 50 sampai 60 jenis tanaman. Mulai dari anthurium, aglaonema, philodendron, agave, bromelia, adenium, anggrek spesies atau anggrek gunung, mawar dan lainnya. Yang paling diminati ternyata bunga mawar. Harga jualnya hanya Rp 4 ribu sampai Rp 6 ribu.

”Karena tanaman hias itu kan rumput sampai tanaman obat pun bisa jadi tanaman hias,” ujar Wagimin warga setempat.

Untuk bibitnya sendiri, Wagimin mengambil 30 persen diambil dari petani. 70 persen membibit sendiri. Jadi, petani yang menanam bibit dia beli. Pembibitannya jika ada induk tanaman dia potong kemudian dicangkok. Dengan menjual tanaman hias tersebut, Wagimin mampu meraup minimal Rp 5 juta per bulan. Sedangkan penjualannya masih di dalam negeri. 

Total ada sekitar 530 kepala keluarga yang membudidayakan dan menjual tanaman hias. Dengan tingkat usaha budidaya tanaman hias yang tinggi ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemasaran tanaman hias di era sekarang ini sudah menggunakan media sosial atau lewat online. Pembelinya pun tidak hanya dari wilayah Karanganyar saja. Untuk pembeli dari luar kota bisa datang langsung ke kebun atau dipaketkan. (mg4/mg5/adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia