Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola
Polemik Kepemilikan Saham Pengelola Persis

Kubu Vijaya Klaim Berdampak ke Pemain

07 Oktober 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Nomor dua dari kiri, Azmi Alqomar, CEO PT PSS

Nomor dua dari kiri, Azmi Alqomar, CEO PT PSS

Share this      

SOLO – Polemik saham PT Persis Solo Saestu (PSS) sebagai pengelola klub Persis di Liga 2 2019, terus memanas. Muncul pro dan kontra, usai PT Syahdana Properti Nusanatar (SPN) selaku pemilik mayoritas saham PT PSS, menjual 70 persen sahamnya ke pengusaha migas Vijaya Fitriyasa. Kondisi ini berdampak pada beban pemain Laskar Sambernyawa di lapangan.

CEO PT PSS Azmi Alqomar tak menampik bahwa masalah di luar lapangan ini memang membuat beban buat pemain Persis yang masih berjuang di Liga 2 2019. Terlebih, Laskar Sambernyawa ada di fase dag dig dug, agar bisa lolos menuju ke babak delapan besar.

”Dari sisi legalitas, sebenarnya sudah klir. Kami datang dengan cara yang benar, termasuk pembelian saham ke Pak Sigid (Sigit Haryo Wibosono, pemilik PT SPN yang semula memiliki 90 persen saham PT PSS, Red) juga berjalan dengan baik. Sebenarnya tidak ada yang dirugikan atas kedatangan kami saat ini,” ujar orang kepercayaan Vijaya Fitriyasa ini kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Dia berharap, masalah yang awalnya muncul dari pendiri PT PSS Her Suprabu hingga gejolak 25 klub internal Persis yang tak mengakui pembelian saham Vijaya di PT PSS, bisa segera reda dan tak berkepanjangan. 

”Saat ini pemain butuh motivasi besar dari banyak pihak, bukan malah dibebani dengan masalah tidak penting seperti ini. Waktunya tidak tepat sekali,” ujar mantan pemain Persija Jakarat era 1980 ini.

Dia juga menampik bahwa datangnya Vijaya Fitriyasa untuk membangun Persis, tanpa program yang jelas. ”Kami sudah menyiapkan banyak program. Kalau dari sisi pemain, tentu kita tak bisa melakukan lebih. Sebab, kami datang di pertengahan putaran kedua. Jadi kalau menambah pemain sudah tak bisa, mau tak mau hanya tinggal mengandalkan pemain yang ada. Tapi kalau lolos ke delapan besar, tentu bisa menambah pemain berkualitas,” ujarnya.

Dia mengakui sejatinya Vijaya ingin membeli saham Persis di babak delapan besar. Namun dalam beberapa laga awal putaran kedua, ternyata hasil minor diraih Persis. Bahkan, rentetan hasil buruk yang terus berjalan, membuat Vijaya mempercepat langkahnya untuk mengembalikan Persis ke tren positifnya.

”Sebenarnya materi pemain ini sangat bagus. Ini terbukti di putaran pertama hasilnya benar-benar memuaskan. Bahkan Persis sempat ada di puncak klasemen. Tapi entah kenapa tiba-tiba rapornya langsung anjlok. Problem yang terjadi di tim ini tentu lantaran banyaknya pemain yang cedera. Ini yang membuat performa jadi tak stabil lagi,” ungkapnya.

Soal dorongan dari Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo agar 25 klub internal Persis membentuk tim baru pada kompetisi musim depan, Azmi mengaku kaget. ”Saya saat ini tak ada di Solo, jadi kurang paham kondisinya seperti apa. Kalau soal itu bingung juga jawabnya, mengingat kami punya legalitas resmi,” ucapnya.

Azmi mengklaim saat ini manajemen sudah mulai menyicil kerangka langkah yang akan diambil pada musim kompetisi tahun depan. Mulai dari evaluasi di babak delapan besar, hingga rancangan tim musim depan seperti apa. “Yang pasti kita fokus berjuang di dua laga sisa di babak penyisihan saja dulu, mengingat ini benar-benar laga krusial,” sambungnya. 

Seperti diketahui, polemik manajemen Persis muncul ketika Vijaya Fitriyasa membeli saham milik PT SPN yang memegang saham mayoritas PT PSS selaku pengelola Persis. Pendiri PT PSS Her Suprabu mempersoalkan pembelian saham itu karena tidak melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Di tengah polemik itu, muncul pengusaha Erick Thohir menemui wali kota dan berminat menjadi investor Persis. Langkah ini pun mendapat sinyal dari wali kota dan Her Suprabu.

Persoalan semakin meluas ketika 25 dari 26 klub internal Persis ikut-ikutan menyomasi PT SPN soal pejualan saham mereka ke Vijaya Firiyasa. Namun, hal itu tidak menggoyahkan Vijaya karena dia merasa pembelian saham itu sudah sah. Bahkan dia sudah menyiapkan tim kuasa hukum dalam menghadapi pihak-pihak yang akan menggugatnya. (nik/bun)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia