Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Proyek Talud Desa Banaran Mangkrak 2 Tahun

07 Oktober 2019, 14: 54: 21 WIB | editor : Perdana

BELUM JADI: Pembangunan talud di Karangasem, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan dikeluhkan warga.

BELUM JADI: Pembangunan talud di Karangasem, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan dikeluhkan warga. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Proyek talud di Karangasem, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan mangkrak sekitar 2 tahun. Pasalnya, pengerjaan talud masih kurang sepanjang 30 meter. Parahnya sisan semen pengerjaan talud jalan sebanyak 37 sak diambil lagi oleh pihak desa.

Melihat kondisi itu, warga setempat mengeluh dengan macetnya proyek talut tersebut. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak Desa Banaran melalui anggaran tahun 2017 mengerjakan talud jalan di Karangasem.

Gito, salah seorang warga menyampaikan, dilihat dari patok yang ada, talut itu seharusnya mencapai 100 meter.

”Namun dalam pengerjaanya, ternyata tak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Terbukti, pengerjaan talut tidak sampai dengan patok yang ada. Kalau dilihat kurang 30 meteran,” tutur Gito.

Hal yang lebih disayangkan, ada sisa semen pengerjaan talud itu sebanyak 37 sak. Tapi semennye diambil begitu saja pihak desa.

”Setelah sisa tumpukan semen itu diambil, hingga saat ini dua tahun, sisa proyek talut mangkrak tak dikerjakan lagi. Buktinya talud kurang, ya sesuai patok yang masih terpancang di tepi jalan,” ungkap Gito.

Sementara mandor pengawasan proyek talud desa itu, Nardi menjelaskan, bila sesuai RAB tinggi talud sebenarnya hanya 80 centimeter (cm), dengan tebal 20 cm. Namun karena permintaan warga talud tersebut harus sejajar dengan jalan, maka harus menambah tinggi hingga 120 cm.

”Karena ada penambahan tinggi itu, maka material tak cukup untuk pengerjaan talud panjang sesuai RAB. Kurangnya talud itu sepanjang 30 meter,” jelas Nardi.

Nardi mengklaim sebenarnya jika sesuai RAB jelas material untuk proyek talud itu cukup. Soal sisa semen, karena sebatas mengawasi pengerjaan talud, Nardi mengaku tak mengetahuinya.

”Begitu juga berapa anggaran talud itu, saya juga lupa, karena sudah lama perkiraan anggaran tahun 2017 itu saja yang saya ingat,” tandas Nardi. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia