Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Pesimistis Raih Adipura, Soliditas Jajaran DLH Disorot

07 Oktober 2019, 16: 50: 06 WIB | editor : Perdana

TEMPAT TERNAK: Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggan, Gesi.

TEMPAT TERNAK: Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggan, Gesi. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen mendapat peringatan keras dari Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Dinas tersebut dituntut bisa mengutamakan manajemen sampah dan bisa kembali raih penghargaan Adipura.

Namun bupati menilai kondisi internal pegawai DLH saat ini carut marut dan tidak kondusif. Selain itu DLH dinilai menjadi dinas yang kehilangan arah dan tidak jelas arah kerjanya.

”Antarkabid dan kasi sudah tidak saling menyapa. Bagaimana bisa mendapat Adipura?” keluh bupati usai melantik Kepala DLH dan sejumlah pejabat yang lain.

Pihaknya meminta manajemen pengelolaan sampah harus jadi prioritas. Apalagi DLH akan memperoleh porsi anggaran yang cukup besar untuk pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Sragen pada 2020 mendatang.

Khususnya sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggan, Gesi yang butuh pembenahan. Semakin banyak penolakan dari masyarakat yang lingkungan dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

”Kami memang harus fokus dan memperbaiki kualitas pengelolaan sampah di Sragen, juga upaya mengurangi pemakaian plastik,” kata bupati.

Salah satu upaya yang sudah dilakukan untuk mengurangi pemakaian plastik itu sudah dilakukan saat Hari Raya Idul Adha lalu. Pemkab membuat Surat Edaran (SE) Bupati Sragen tentang tidak menggunakan bungkus kantong plastik sekali pakai untuk pembagian daging kurban.

Saat pihaknya membuat SE tersebut ternyata responnya masyarakat ada yang menyambut dengan baik. Meskipun ada juga yang tidak merespon SE tersebut.

”Itu langkah awal kami. Respon masyarakat setidaknya bisa dilihat dari SE kemarin, di daerah sana mendukung, di daerah sana lainnya ada yang tidak,” katanya.

Tapi, bukan berarti yang belum mengindahkan SE tersebut mbalelo. Namun bisa jadi karena mereka kesulitan untuk mendapatkan pembungkus pengganti plastik.

”Yang pasti Pemkab Sragen akan mengarahkan saja bila penggunaan sampah plastik akan terus dikurangi,” jelasnya.

Kedepan, Pemkab Sragen juga akan membuat peraturan bupati (Perbup) yang lebih detail terkait pembatasan penggunaan plastik. ”Nanti akan kami buat dalam perbup yang lebih rijit,” tegasnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia