Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Wacana Pembentukan Provinsi Solo Raya Mencuat Kembali

08 Oktober 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Juliyatmono, Bupati Karanganyar.

Juliyatmono, Bupati Karanganyar.

Share this      

KARANGANYAR – Wacana pembentukan Provinsi Solo Raya kembali muncul. Kali ini dilontarkan Bupati Karanganyar Juliyatmono. Dalihnya, daerah Solo dan sekitarnya akan lebih berkembang bila menjadi provinsi mandiri. Persoalan infrastruktur maupun sarana dan prasarana sudah sangat memadai. 

Juliyatmono yang juga pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Jawa Tengah ini mengatakan, wacana pembentukan kembali Provinsi Solo Raya sebelumnya telah diusulkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Klaten belum lama ini.

“Di forum itu (Musrenbang Provinsi Jawa Tengah) saya kembali mengusulkan agar Solo Raya itu dibentuk sebuah provinsi. Itu memang sudah lama saya usulkan, saat menjadi anggota DPRD Karanganyar,” kata bupati kemarin (7/10).

Orang nomor satu di Karanganyar ini mengatakan, wacana pembentukan Provinsi Solo Raya ini sebelumnya pernah dikaji di Universitas Sebelas Maret (UNS). 

Soal alasan kenapa usulan tersebut kembali muncul, Juliyatmoko mengungkapkan, di wilayah eks Karesidenan Surakarta, semua fasilitas dan pendukung membentuk sebuah provinsi sudah sangat memadai dan mendukung.

“Semua potensi itu ada, dan maka dari itu wacana tersebut penting kembali dibahas bersama. Bandara, kemudian akses jalan tol, pusat perdagangan semua sudah ada di Solo dan sekitarnya. Maka tidak usah menunggu lama bisa dibahas lagi,” terangnya.

Juliyatmono menegaskan, pembentukan Provinsi Solo Raya ini berbeda dengan wacana pembentukan Daerah Istimewa Surakarta (DIS). Sebab, DIS akan berpengaruh terhadap posisi Keraton Surakarta. 

“Provinsi lho, bukan Daerah Istimewa Surakarta. Sebab, itu nanti akan ada hubungan dengan keraton. Kalau Provinsi Solo Raya itu daerah tetangga seperti Ngawi, Madiun, dan Magetan bisa gabung. Dan kita nanti akan mempunyai Gunung Lawu sebagai tumpeng,” jelasnya.

Menurut Juliyatmono, idealnya dari sisi otonomi daerah, Indonesia harusnya memiliki 90 provinsi agar nanti bisa berkembang. Saat ini baru ada 34 provinsi. “Ini terlalu jauh. Kalau nanti bisa jadi Provinsi Solo Raya, semua mamin cepat. Termasuk pelayanan masyarakat akan cepat diselesaikan,” ujarnya.

Di bagian lain, Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo mengatakan, wacana pembentukan Provinsi Solo Raya sah-sah saja dilakukan bupati. Sebab, sifatnya baru sekadar usulan. Namun, diterima tidaknya usulan tersebut berada di tangan Kementerian. Sebab, pembentukan suatu wilayah tidak semudah yang dibayangkan, meskipun sebelumnya pernah dilakukan kajian. 

“Masih banyak pertimbangan. Apalagi nanti akan mengambil wilayah Provinsi Jawa Timur. Proses di Jawa Tengah saja itu nanti akan lama, apalagi yang mengambil bagian dari provinsi lain,” paparnya.

Bagus tak menampik, jika nantinya dibentuk Provinsi Solo Raya, maka proses pelayanan, khususnya di eks Karesidenan Surakarta akan lebih cepat ditangani. Sebab, wilayahnya sangat strategis serta karakteristik masyarakat juga sudah nyaman dan damai. “Secara regulasi saya belum mempelajarinya lebih detail, seperti apa persyaratannya itu,” ungkap politikus senior ini.

Sekadar informasi, wacana pembentukan DIS sempat muncul sebelum 1945. Wacana ini kemudian dimunculkan kembali Keraton Surakarta. Kemudian dilakukan uji materiil bagian memutuskan angka I dan pasal 1 ayat (1) UU No 10 Tahun 1950 tentang pembentukan Provinsi Djawa Tengah, Namun, Mahkamah Konstitusi yang saat itu diketuai Hamdan Zoelva menolak judicial review karena menganggap pemohon tidak mempunyai legal standing. (rud/bun)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia