Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Desa Musuk Boyolali Gagas Wisata Edutour di Peternakan

08 Oktober 2019, 12: 26: 06 WIB | editor : Perdana

ALTERNATIF: Warga memberi makan sapi-sapinya di peternakan kawasan Kabupaten Boyolali, belum lama ini.

ALTERNATIF: Warga memberi makan sapi-sapinya di peternakan kawasan Kabupaten Boyolali, belum lama ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Peternakan berkembang pesat di Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Boyolali. Baik itu ternak sapi perah hingga kambing. Nah, potensi ini coba ditangkap pemerintah desa setempat. Melalui pengembangan edutour atau wisata edukasi berbasis peternakan. 

Kepala Desa (Kades) Sukorejo Erik Darmadi menjelaskan, mayoritas warganya memiliki ternak sapi dan kambing. Baik itu jenis sapi perah maupun sapi pedaging. Dari kegiatan memberi pakan, memandikan, hingga memerah susu ini yang coba dikembangkan untuk menarik minat wisatawan. Terutama wisata keluarga.

“Kami sudah memiliki usaha ternak kambing yang diperah susunya. Peternakan kambing yang mengunakan sistem baterai atau kandang tunggal. Prospeknya bagus. Setiap hari, kambing di satu peternakan mampu memproduksi minimal 10 liter susu,” jelas Erik, kemarin (7/10).

Produksi susu dibeli pedagang keliling dengan harga Rp 30.000 per liter. Sedangkan indukan kambing dibeli dari Kabupaten Banjarnegara. Indukan betina per ekor Rp 3 juta. Indukan jantan dewasa Rp 6-7 juta per ekor. “Peternakan kambing ini cukup potensial untuk dikembangkan,” bebernya.

Sayangnya, upaya ke arah pengembangan wisata edutour masih menghadapi kendala. Salah satunya minimnya ketersediaan air. Terutama saat musim kemarau. Peternak terpaksa membeli air bersih. “Karena air bersih kurang, usaha menjaga kebersihan ternak dan kandang juga kurang,” keluhnya.

Kendala lain, belum adanya dukungan dari sektor lain. Artinya, belum ada usaha terkait sektor peternakan di kawasan sekitar Desa Sukorejo dan Kecamatan Musuk. Misal, usaha pengolahan daging atau abon, serta olahan susu.

“Kami terus berupaya menjalin koordinasi dengan jajaran terkait. Coba kami komunikasikan dengan pengusaha abon di Boyolali maupun kawasan wisata air Tlatar untuk paket terpadu,” ujarnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia