Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

10 Korban Kerusuhan Wamena Bakal Pulang Kampung

08 Oktober 2019, 12: 47: 13 WIB | editor : Perdana

DEMI KESELAMATAN: Warga asli Karanganyar yang merantau di Wamena telah sampai di kampung halaman. Mereka kehilangan harta benda akibat kerusuhan di tanah perantauan.

DEMI KESELAMATAN: Warga asli Karanganyar yang merantau di Wamena telah sampai di kampung halaman. Mereka kehilangan harta benda akibat kerusuhan di tanah perantauan. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Jumlah penyintas korban kerusuhan Wamena yang akan pulang ke kampung halaman di Karanganyar masih terus bertambah. Sebanyak 10 warga asli Karanganyar yang sebelumnya tinggal dan bekerja di Wamena dijadwalkan segera kembali ke Bumi Intanpari. 

Kepala Dinas Sosial Karanganyar Agus Heri Bindarto mengungkapkan, 10 warga asli Karanganyar tersebut itu kini sudah tak memiliki apa-apa di tanah perantauan. Rumah dan harta benda lainnya sudah habis menjadi sasaran amukan massa yang berkonflik di Wamena. 

”Hari ini (kemarin), ada lima orang yang diberangkatkan dari Wamena. Kemudian turun di Bandara Halim Perdana Kusuma. Kemudian, nanti dibawa lagi ke Semarang dan dari Semarang, akan kita jemput untuk diantarkan ke rumahnya masing-masing,” kata Agus, Senin (7/10).

Sebanyak lima orang yang kini dalam perjalanan menuju Semarang merupakan warga asli Gondangrejo, Karanganyar. Di Wamena, mereka bekerja sebagai wiraswasta. Sementara lima orang lagi saat ini masih dalam proses pendataan. Kini mereka masih bertahan di tenda pengungsian yang disediakan pemerintah setempat.

”Lima orang yang masih berada di Wamena itu akan kita upayakan untuk bisa membeli tiket, agar segera pulang ke kampung halaman. Sebab, mereka sudah tidak bisa ikut penerbangan pesawat Hercules. Pemerintah saat ini sedang berupaya mencari identitas mereka untuk bisa kita pesankan tiket,” jelas Agus.

Sebelumnya, pemkab telah menjemput tiga orang yang kembali ke Karanganyar dari Wamena. Para penyintas itu mengakui keselamatan mereka terancam dengan adanya kerusuhan di Wamena. Dua orang diketahui berasal dari Gondangrejo dan satu orang asal Jaten bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Jayawijaya. (rud/ria)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia