Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Anggaran Pilkada Dipangkas Rp 11,61 Miliar

08 Oktober 2019, 14: 11: 13 WIB | editor : Perdana

KPU SIBUK: Pleno penetapan perolehan kursi parpol beberapa waktu lalu.

KPU SIBUK: Pleno penetapan perolehan kursi parpol beberapa waktu lalu. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen harus kembali memutar otak untuk menyesuaikan rancangan anggaran belanja (RAB) pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Sebab, pemkab memangkas anggaran untuk Pilkada 2020 hingga Rp 11,612 miliar.

Semula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen mengajukan RAB sebesar Rp 36 miliar. Dengan pemangkasan itu, maka anggaran yang disetujui pemkab sebesar Rp 24,388 miliar.

Ketua KPU Sragen Minarso mengatakan, pemangkasan dilakukan dengan pertimbangan efisiensi anggaran pemda. Namun menurut dia, pemangkasan tersebut akan cukup berdampak bagi KPU. Terutama untuk honor badan ad hoc, seperti panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemilihan desa hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). 

”Pengurangan dari yang diajukan Rp 36 miliar, ya itu sesuai dengan kemampuan daerah. Kita saling menyesuaikan. Tapi, kalau terkait angggaran honor badan ad hoc se-Soloraya belum tentu sama. Misalnya harga barang, seperti beli kotak suara, bilik, itu standar nasional,” beber Minarso, Senin (7/10).

Ditambahkan Minarso, penyesuaian untuk segala kebutuhan pilkada dilakukan KPU dengan melihat kebutuhan indeks daerah masing masing. Misalnya untuk honor ketua PPK sebesar Rp 1,25 juta, sedangkan anggota PPK 1 juta. 

Kemudian, honor ketua panitia pemungutan suara (PPS) sebesar Rp 800 ribu dan anggota Rp 600 ribu. Sementara KPPS senilai Rp 400 ribu. Selanjutnya, akan dilakukan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada 2020. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia