Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar Minta Warga Jateng Bantu Bangun Kembali Wamena

08 Oktober 2019, 20: 48: 51 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat Jawa Tengah yang ada di Wamena, Papua tetap tenang. Meski Pemprov Jateng sudah siap apabila masyarakat minta dipulangkan, namun Ganjar berharap itu opsional saja.

Menurut Ganjar, kondisi Wamena saat ini sudah membaik dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan. ”Tidak semua minta pulang, kok. Beberapa justru ingin tetap di sana. Memang sudah ada beberapa yang pulang dan ada yang ingin pulang, tapi kami harap kalau kondisi Wamena sudah membaik, saya sarankan kembali ke sana,” kata Ganjar, Selasa (8/10).

Dari informasi yang didapat, Ganjar lega karena kondisi saat ini sudah kondusif. Untuk itu, Ganjar menyarankan agar warga Jateng tidak buru-buru untuk memutuskan pulang kampung.

”Kondisinya sekarang kondusif, hari ini melegakan. Mudah-mudahan menjadi baik. Maka saya sarankan, kalau di sana (Wamena) sudah aman, kembali lagi ke sana. Mari ramai-ramai saling membantu, menjaga kondusivitas, membantu pekerjaan pembangunan yang ada di sana,” tegas Ganjar.

Pemprov Jateng, lanjut Ganjar, sudah mengirimkan tim untuk pergi ke Papua. Tujuannya untuk mendata sekaligus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk masyarakat.

”Kesra kita sudah ke sana satu tim, sudah berkomunikasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat. Mereka berkomitmen untuk saling menjaga,” imbuhnya.

Bahkan, Ganjar mendapat kabar dari kapolda Papua tentang kondisi Wamena saat ini. Menurut kapolda Papua, kondisi di Wamena sudah berangsur membaik.

”Saya tanya ke kapolda, apa perlu saya ke sana (Wamena) sekarang. Jawabnya, belum perlu karena kondisi membaik. Kami selalu update informasi dari sana dan memantau masyarakat yang ada di daerah itu,” terang Ganjar.

Sebagai informasi, kerusuhan terjadi di Wamena pada Senin (23/9) lalu. Kerusuhan yang diduga karena kesalahpahaman seorang guru saat mengajar di sekolah itu berbuntut panjang dan meluas. Kerusuhan terus membesar dan menimbulkan korban jiwa. Banyak warga terpaksa mengungsi karena kondisi yang tidak kondusif di lokasi tersebut. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia