Minggu, 20 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

PT PSS Waktunya Buka-Bukaan Soal Konflik Saham

09 Oktober 2019, 11: 40: 59 WIB | editor : Perdana

PT PSS Waktunya Buka-Bukaan Soal Konflik Saham

KONFLIK soal saham ternyata masih tetap hangat diperbincangkan. Pendiri PT Persis Solo Saestu (PT PSS) Her Suprabu tetap menanti PT Syahdana Property Nusantara (SPN) yang sebelumnya memiliki mayoritas saham PT PSS, untuk menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS). Itu ditambah 25 klub internal mensomasi PT SPN yang telah menjual saham 70 persen di PT SPN kepada pengusaha migas Vijaya Fitriyasa. Ini dipermasalahkan karena tak lebih dulu digelar RUPS, yang dihadiri klub internal yang memiliki 10 persen saham di PT PSS.

”Kuncinya memang keterbukaan beberapa pihak. Waktunya buka-bukaan saja. Penjualan sahamnya dari pak SHW (Sigid Haryo Wibisono, pemiliki PT SPN) ke pak Vijaya (Fitriyasa, investor baru), legalitasnya seperti apa. Lalu yang katanya 10 persen saham sisa itu punya siapa saja?. Yang sahamnya dijual siapa saja?. Ayo, dikemukakan secara terbuka, biar paham semua,” terang Sekjen klub internal AD batik Romli kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dia mengakui polemik yang saat ini muncul sejatinya memang bisa diselesaikan. Namun tentu dengan langkah yang benar. ”Saya juga bingung melihat situasi saat ini. Kenapa klub internal menanyakan soal legalitas saham Persis tidak dari dulu-dulu. Yakni saat PT SPN membeli beberapa saham Persis, hingga akhirnya jadi mayoritas pemilik saham PT PSS,” ujarnya.

“Kalau permintaan klub internal, yang katatanya manajemen Persis harus menggulirkan kompetisi internal, ini sedikit salah langkah. Seharusnya ini tugas utama Askot (PSSI Surakarta), bukan Persis sebagai klub profesional,” ujarnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia